KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024 dengan pertumbuhan aset, laba bersih, dan penyaluran kredit yang menunjukkan fundamental bisnis yang kuat.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi landasan untuk terus menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah. “Kami berkomitmen menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi merek, SMBC Indonesia meresmikan kantor cabang baru di enam kota besar—Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Makassar—untuk memperkuat layanan bagi beragam segmen nasabah. Selain itu, akuisisi PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) pada Maret 2024 semakin memperluas cakupan bisnis perseroan.
Total aset SMBC Indonesia meningkat 20% menjadi Rp241,1 triliun, dengan laba bersih setelah pajak naik 10% menjadi Rp2,8 triliun. Penyaluran kredit tumbuh 15% menjadi Rp179,4 triliun, didorong oleh segmen retail yang melonjak 31%, terutama dari Joint Finance (389%), Jenius (51%), dan Mikro (40%).
Di sisi lain, kredit UKM meningkat 8%, sementara kredit korporasi turun 6% akibat persaingan suku bunga. Dana pihak ketiga pun naik 12% menjadi Rp121,3 triliun, dengan deposito meningkat 18% dan rekening koran/tabungan (CASA) bertumbuh 3%.
Pendapatan operasional naik 27% menjadi Rp17,4 triliun, dengan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 26% menjadi Rp15,2 triliun serta pendapatan non-bunga yang meningkat 31% menjadi Rp2,2 triliun. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan kredit, pengelolaan aset likuid, serta kenaikan volume transaksi kartu kredit, bancassurance, dan layanan trade finance.
SMBC Indonesia terus memperkuat komitmen pada keberlanjutan dengan menyelenggarakan workshop Environment, Social, Governance (ESG) bagi nasabah korporasi serta terpilih dalam pilot project pelaporan Taksonomi Hijau Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, Jenius mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan 5,9 juta pengguna (+13%), dana pihak ketiga Rp29,5 triliun (+16%), dan penyaluran kredit Rp3,3 triliun (+51%).
Melalui program pemberdayaan Daya, SMBC Indonesia menjangkau 10,3 juta peserta pada 2024, meningkat dari 5,5 juta peserta tahun sebelumnya. Program ini mencakup 12.159 aktivitas, termasuk seminar kewirausahaan dan pendampingan bagi UKM. Platform digital Daya.id juga menarik 1,9 juta pengunjung, memperluas akses informasi bagi pelaku usaha mikro dan kecil. (DEN)
