KILASJATIM.COM, Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri terus melakukan pemantauan rutin terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan di berbagai titik, seperti distributor, toko pangan, hingga swalayan, menjelang bulan suci Ramadan 2025.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak mengalami lonjakan yang dapat merugikan masyarakat.
Kepala DKPP Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa pemantauan ini berfokus pada komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu.
“Kami memilih komoditas ini karena biasanya permintaannya meningkat menjelang Ramadan,” ujarnya pada Sabtu (8/2).
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, Ridwan memastikan bahwa permintaan pasar terhadap bahan pangan masih stabil tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan.
Selain itu, stok bahan pangan di Kota Kediri juga dinyatakan aman, serta tidak ditemukan adanya fenomena panic buying. Masyarakat tetap berbelanja seperti biasa tanpa kepanikan yang berlebihan.
Harga bahan pangan pun masih dalam batas wajar. Sebagai contoh, harga gula pasir kemasan berkisar antara Rp17.500 hingga Rp19.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter, tepung terigu Rp8.750 hingga Rp13.500 per kilogram, dan beras premium sekitar Rp70.000 hingga Rp75.000 per kemasan 5 kilogram.
Dengan kondisi yang terpantau stabil ini, diharapkan Kota Kediri dapat menghadapi bulan Ramadan tanpa gangguan signifikan dalam ketersediaan dan harga pangan. DKPP juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. (cha)
