Terapkan Kebiasaan Minum Air untuk Menjaga Kecukupan Hidrasi

oleh

Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, SpGK – Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG), dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, SpGK – Dokter Gizi Klinis & Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM dan  dr. Tria Rosemiarti – Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) di acara Seminar diselenggarakan Danoned dengant Pahami Jenis dan Manfaat Air Minum Kemasan untuk Pemenuhan Hidrasi Sehat di Surabaya Senin (30/09/2019).

SURABAYA, kilasjatim.com:- Kita tidak pernah menyadari jika ternyata air merupakan bagian dari zat gizi makro yang perannya sangat penting bagi fungsi fisiologis manusia.

Pernah mengalami dehidrasi? kalau bisa jangan sampai tubuh kita mengalami dehidrasi ya, karena berpengaruh pada kesehatan, kebugaran, serta kinerja seseorang.

Hal ini disampaikan dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena selama ini masyarakat sangat minim mendapatkan informasi jenis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan manfaatnya sehingga memunculkan kekeliruan di masyarakat. Bahkan seringkali mendapatkan berita hoax mengenai manfaat air minum. Ada baiknya memahami apa itu air minum dalam kemasan untuk pemenuhan hidrasi sehat

Minum air yang cukup sangatlah penting untuk keseimbangan pengaturan proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk sel, pelumas sendi dan bantalan organ tubuh, media transportasi zat energi dan sisa metabolisme.

“Air membantu tubuh menggunakan nutrisi secara lebih efektif. Selain memenuhi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, kita juga harus memenuhi kebutuhan air dengan rekomendasi delapan gelas sehari,” jelas Nurul Ratna Mutu Manikam mengulik Kementerian Kesehatan di Tumpeng Gizi Seimbang, dimana dulu ada empat sehat lima sempurna, maka sekarang ini untuk melengkapinya harus ada air didalam isi piring.

Jika tubuh kita mengalami dehidrasi, maka untuk mencegahnya atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, kelelahan dan sembelit maupun jangka panjang seperti gangguan ginjal (batu ginjal, penyakit ginjal kronis), infeksi saluran kemih atau pun risiko kegemukan.

“Sangat penting untuk menerapkan kebiasaan minum air untuk menjaga kecukupan hidrasi agar tubuh tetap sehat. Untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, Air Minum Dalam Kemasaan (AMDK) menjadi salah satu pilihan masyarakat. Tetapi dengan banyaknya jenis yang dijual di pasaran saat ini, tidak banyak masyarakat yang memahami perbedaan dan manfaat pada setiap jenisnya,” urai Ratna yang tampil sebagai pembicara pertama di acara Hydration talk yang diselenggarakan Danone
dengan tema Pahami Jenis dan Manfaat Air Minum Kemasan untuk Pemenuhan Hidrasi Sehat di Surabaya Senin (30/09/2019).

Hadir sebagai pembicara selanjutnya, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK., Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), yang menjelaskan bahwa AMDK produk yang diatur secara ekstensif karena mempunyai peran yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat.

“Dari berbagai jenis air minum yang dipasarkan di Indonesia, hanya 4 jenis air minum dalam kemasan yang dibahas lebih lanjut dalam acara kali ini, yaitu air mineral, air demineral, air oksigen dan air alkali (pH tinggi),” ujar Diana Sunardi.

Keempat jenis air minum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Air Mineral merupakan AMDK paling mudah ditemukan di pasaran. Air mineral mengandung mineral-mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral, sesuai dengan yang diatur dalam SNI yang berlaku.

Dalam air mineral terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium, dan silica yang dibutuhkan oleh tubuh, beberapa manfaat mineral yaitu Natrium menjaga keseimbangan cairan & elektrolit, Magnesium untuk menjaga sistem kardiovaskuler, Kalsium menjaga kesehatan tulang, Kalium untuk sistem saraf dan otot, Zinc untuk pembentukan sel dan enzim, Florida mencegah karies gigi, Silica membantu memperkokoh jaringan.

“Selain manfaat dari tercukupinya kebutuhan hidrasi, untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi, maupun air dengan tambahan kandungan oksigen, masih memerlukan dukungan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui bahwa jenis-jenis air tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan lain,” jelas Diana.

Saat ini belum ada bukti klinis/ilmiah atau publikasi klinis/ilmiah jenis tipe air tertentu untuk manfaat kesehatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung, dan hipotiroid.

Penting diingat bahwa dalam memilih air minum untuk memenuhi hidrasi sehat, mengonsumsi air mineral biasa saja sangat bermanfaat untuk mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh.

Air minum kemasan yang layak dikonsumsi memiliki kemasan atau botol yang bersih, label dan tanggal kedaluwarsa yang jelas, serta kode produksi yang sama pada bagian tutup dan botolnya.

“Setelah itu, pastikan air dalam kemasan berkualitas baik, dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebelum diminum. Dan pastinya tidak mengandung bahan berbahaya,” ungkap Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK.

Di kesempatan yang sama, dr. Tria Rosemiarti., Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua) bahwa Danone-Aqua berkomitmen dengan berbagai pihak seperti IHWG dan Universitas Indonesia, terus memberikan edukasi dalam membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia.

“Dalam memproduksi air mineral, Danone-Aqua berkomitmen menjaga kemurnian produk mulai dari sumber mata air, proses produksi, hingga kontrol kualitas di pasar. Danone-Aqua juga mengajak masyarakat untuk jeli dalam memilih jenis AMDK yang sesuai dengan manfaat yang diharapkan,” papar Tria Rosemiarti.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *