Rintis Kampung Edukasi Sampah dengan Pilah dan Olah Sampah

oleh

Sidoarjo,  kilasjatim.com: Sampah yang dihasilkan sehari-hari tanpa disadari suatu ketika akan menjadi sebuah musibah apabila tidak dikelola dengan baik. Masyarakat harus sadar bahwa masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya Pemerintah namun perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan itu dimulai dari produksi sampah rumah tangga pada masing-masing rumah.

Dalam rangka mewujudkan ini, nampaknya kita bisa belajar dari sebuah program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) menuju Zero Waste yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu peserta yang telah menyiapkan kegiatan tersebut yaitu pada RT.23 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo. Mereka memiliki target bahwa sampah yang dibawa keluar dari lingkungan tersebut volumenya harus ditekan seminimal mungkin bahkan mendekati nol.

Guna mencapai hal tersebut saat ini RT. 23 Sekardangan membuat strategi dengan merintis kampungnya agar dapat dijadikan sebuah “KAMPUNG EDUKASI SAMPAH” bagi para generasi mudanya.

Edi Priyanto, Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo ditengah-tengah kegiatan kerja bakti Minggu petang, tanggal 7 Januari 2018 mengatakan, bahwa sebagai bentuk keseriusan RTnya telah disiapkan Rumah Daur Ulang yang digunakan sebagai ruang kreatifitas dan ketrampilan pembuatan kerajinan yang berasal dari barang bekas dan daur ulang. Pihaknya juga menyiapkan Rumah Kompos untuk menempatkan hasil kompos, baik kompos padat organik hasil pengolahan pada komposter tong takakura dan aerob serta kompos cair organic yang berasal dari pengolahan sampah basah juga disajikan produk-produk minuman herbal hasil olahan tanaman obat keluarga.

“Guna membantu memantau situasi dan kondisi lingkungan RT.23 Sekardangan, kami juga telah memasang 7 (tujuh) unit kamera CCTV yang dapat diakses oleh seluruh warga dengan menggunakan HP Androind masing-masing dimanapun dan kapanpun berada”, kata Edi.

“Sedikitnya 30 lubang Biopori dan 2 sumur resapan telah disiapkan untuk membantu mempercepat resapan air khususnya saat musim hujan dengan intensitas air hujan yang cukup deras” lanjut Edi.

Edi kembali menegaskan sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam rangka mengurangi ketergantungan penggunaan gadget pada anak-anak, pihaknya juga telah menyediakan rumah baca yang berisi buku bacaan anak-anak guna memperluas wawasan disamping tersedia juga permainan wayang anak dan lintasan tamiya yang terbuat dari kardus bekas. Arena permainan tradisional tak ketinggalan disediakan mulai dari berbagai jenis engklek, gobak sodor, boi-boian, permainan ular tangga, mini sepak bola, mini bulutangkis.

“Beberapa ruang tembok kosong diisi gambar pemandangan alam dan tematik lingkungan yang dapat digunakan sebagai spot foto selfie maupun wefie sehigga mengesankan sedang berada di alam terbuka” terang Edi.

Jum’at pagi, tanggal 5 Januari 2018 sebelumnya, Camat Sidoarjo, Kapolsek Sidoarjo Kota, Danramil Sidoarjo, Kepala Kelurahan Sekardangan beserta rombongan para perangkat keluarahan se-Kecamatan Sidoarjo melakukan kunjungan sekaligus melihat langsung pengelolaan sampah dan lingkungan di RT 23 Kelurahan Sekardangan.

Agus Maulidy, Camat Sidoarjo disela-sela kunjungan mengatakan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengadakan kegiatan kerjabakti membersihkan lingkungan secara berkala dan kegiatan-kegiatan lainnya agar lingkunga tempat tinggal kita menjadi bersih dan terhindar dari berbagai penyakit.

“Sehingga tidak berlebihan, apabila apa yang telah dikerjakan RT 23 Kelurahan Sekardangan ini patut diapresiasi dan bisa dijadikan contoh bagi RT lainnya dalam hal pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan serta estetika serta membudayakan perilaku hidup sehat”, ujar Agus

Edi menambahkan bahwa Program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) di RT. 23 Sekardangan ini tentunya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari unsur pemerintahan terkait, baik Lurah Sekardangan, Camat Sidoarjo, Kapolsek Sidoarjo, Danramil Sidoarjo, Puskesmas Sidoarjo serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.

“Gerakan perubahan (revolusi mental) dengan melaksanakan kegiatan program SBH ( Sidoarjo Bersih dan Hijau) dan program Zero Waste ini diharapkan mampu merubah pola pikir masyarakat agar berperan aktif memperbaiki lingkungannya dari tempat-tempat yang kumuh menjadi tempat yang bersih, hijau, sehat dan asri serta mempunyai pola pikir pengelolaan lingkungan khususnya pemilahan sampah, pengolahan sampah, bank sampah, pengawasan dan pengendalian lingkungan”, pungkas Edi. Kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *