Perluas Jangkauan, PGN Lakukan “Gas In” untuk Industri Tali Sepatu di Pasuruan

oleh

Pasuruan,  kilasjatim.com: Pelanggan PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk di Pasuruan terus bertambah. Setelah berhasil mengalirkan gas bumi ke industri permen jahe ekspor PT Serba Gurih pada April lalu, dan PT Liman Jaya Transmix pada Juni 2018 dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) melalui anak usahanya Gagas Energy Indonesia, maka pada Juli 2018 PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kembali menyalurkan gas bumi untuk industri tali sepatu PT Rajawali Cakra Sakti di Kemirisewu Pandaan Pasuruan dengan total volume terkontrak sebesar 10.000 – 15.000 meter kubik per bulan. Pengaliran gas bumi perdana (initial gas in) ke Rajawali Cakra Sakti dilakukan pada Senin (16/7/2018) pada pukul 10.00 dengan disaksikan oleh Direktur Utama PT Rajawali Cakra Sakti, Randy Setyawan.

Sales Area Head PGN Pasuruan, Agus Mustofa Hadi mengatakan bahwa sejauh ini PGN telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperluas penyaluran gas bumi di seluruh Jawa Timur, termasuk di Pasuruan dengan melakukan dan mengoptimalkan survey pemetaan potensi calon pelanggan di sekitar jaringan pipa gas existing. Selain itu, PGN juga melakukan pembiayaan investasi dengan skema swadaya (sharing investasi) dengan calon pelanggan untuk calon pelanggan yang tidak layak secara perhitungan investasi oleh PGN.

“Kami juga aktif berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri dan instansi pemerintah. ini merupakan komitmen PGN untuk terus memperluas penyaluran kepada masyarakat dan industri di seluruh Jawa Timur,” kata Agus Mustofa Hadi di Pasuruan, Kamis (19/7/2018).

Pada kesempatan tersebut, Randy Setyawan mengatakan sangat gembira dengan mulai tersalurkannya gas bumi ini. Karena dengan beralihnya penggunaan batu bara ke gas bumi telah memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selain ramah lingkungan, ia mengaku juga diuntungkan dengan naiknya volume produksi sebesar 15 persen. Selain itu, perusahaannya kini tidak memerlukan tempat lagi untuk penyimpanan seperti ketika ia menggunakan batubara.

“Walaupun harga sama tetapi secara velue naik 15 persen. Apalagi bahan bakar ini sangat ramah lingkungan, berbeda dengan batu bara. Dan kami juga belum menemukan kesulitan dalam penggunaannya karena kami dibantu tim dari PGN. Gas ini kami gunakan untuk pewarnaan benang,” ujar Randy.

Rajawali Cakra Sakti terkontrak menggunakan gas bumi PGN dengan volume awal sebesar 10.000 hingga 15.000 m3. Tahun depan, volume pemakaian tersebut dapat naik dua kali lipat dengan rencana pengembangan usaha yaitu pencucian kain bahan baku pembuatan sepatu dan sandal.

Randy menuturkan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya secara kontinyu telah memproduksi tali sepatu sebesar 50 ton per bulan. Hasil produksi tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik alas kaki merk Ando.

Progres pelanggan PGN di Jatim

Sejauh ini, total pelanggan PGN seluruh Jatim mencapai 53.956 pelanggan. Untuk area Surabaya, total jumlah pelanggan mencapai 42,699 pelanggan , terdiri dari 42.351 pelanggan Rumah Tangga (RT), 132 Pelanggan Kecil (PK), 216 pelanggan Komersial dan Industri (KI). Area Sidoarjo total jumlah pelanggan mencapai 10.784 pelanggan dengan perincian 10.570 pelanggan RT, 15 Pelanggan Kecil dan 199 pelanggan komersial dan industri. Sedangkan untuk Area Pasuruan mencapai 473 pelanggan dengan perincian 364 pelanggan RT, 2 pelanggan kecil dan 107 pelanggan komersial dan industri.

Sementara total penyaluran gas bumi PGN pada Maret 2018 di seluruh Jatim tercatat mencapai 118.591.490 meter kubik atau sekitar 4.291.300 million metric british thermal unit (MMBTU). Dengan perincian, untuk Area Surabaya mencapai 48.572.009 meter kubik atau sekitar 1.775.019 MMBTU, Area Sidoarjo mencapai 44.641.449 meter kubik atau sekitar 1.576.536 MMBTU dan Area Pasuruan sebesar 25.378.032 meter kubik atau sekitar 939.745 MMBTU.

Terkait pembangunan infrastruktur pipa gas bumi PGN, saat ini di Jatim lebih banyak pembangunan pipa untuk Customer Attachment, yaitu pembangunan pipa terkait penambahan pelanggan. Di area Surabaya, pekerjaan pembangunan pipa Customer Attachment dilakukan di daerah Karang Pilang, di Gresik ada di Manyar dan di Sidoarjo ada di area Taman Pinang. Khusus di Sidoarjo Taman Pinang, selain ada Customer Attachment juga ada sedikit pengembangan pipa induk tekanan menengah berdiameter 180 mm untuk pelanggan komersial, yaitu sepanjang 1,7 kilometer.

Pengembangan jaringan yang belum lama ini selesai yaitu di sepanjang jalur Daendels Pantura di Gresik sepanjang 9,2 km dengan ukuran pipa diameter 24 inch, telah selesai pada akhir 2017 lalu. Kemudian jalur Purwosari dari pertigaan Purwosari ke arah Lawang dengan ukuran pipa diameter 10 inch sepanjang 2,8 km. Kj2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *