Pemkot Surabaya Siapkan 130 Ruang Isolasi untuk ODP dan PDP

oleh
Febria Rachmanita Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya memberikan keterangan pers.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dalam penanganan COVID-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 100 ruang isolasi bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan 30 ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP).

Febria Rachmanita Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya mengatakan, kalau sebelumnya hanya menyiapkan ruang isolasi bagi ODP, sekarang juga disipkan ruang isolasi bagi PDP.

“100 ruang isolasi bagi ODP dan 30 ruang isolasi bagi PDP, ini gedungnya beda, bukan satu lokasi,” kata Feny- sapaan Febria Rachmanita seperti dilansir suarasurabaya.net, Rabu (25/03/2020).

Menurut Feny, 130 ruang isolasi itu sekarang tinggal menambahi beberapa fasilitas di dalamnya. Ia juga memastikan bahwa tim medis juga sudah dipersiapkan untuk merawat warga yang akan diisolasi itu.

“Jadi, kita persiapkan semuanya,” kata dia.

BACA JUGA: 11 ODP di Kota Blitar Jalani Karantina Mandiri di Rumah

Feny menjelaskan, sekitar 15 rumah sakit rujukan di Surabaya juga menyiapkan ruang isolasi khusus bagi PDP. Masing-masing rumah sakit memiliki satu hingga dua ruang isolasi.

“Paling banyak (ruang isolasi) berada RSUD dr. Soetomo Surabaya ada delapan. Kalau di RSUD BDH (Bhakti Dharma Husada) Surabaya ada satu, sedangkan RSU Soewandhie ada dua,” katanya.

Feny mengatakan, orang kategori ODP bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. Hal ini sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meskipun positif Covid-19, tapi tidak ada gejala seperti demam dan sesak nafas, itu memang diwajibkan isolasi mandiri di dalam rumah selama 14 hari.

“Yang dikirim (untuk isolasi) ke rumah sakit dan ruang isolasi kami adalah yang ada sesaknya. Baik itu ada sesak ringan atau sesak berat,” katanya.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Lima Pasien Positif Corona Jatim Dinyatakan Sembuh

Menurutnya, jika ODP patuh terhadap isolasi mandiri yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, ia optimistis semua bisa aman. Namun, ia juga memastikan, petugas kesehatan dari Puskesmas tetap melakukan pemantauan kepada ODP tersebut selama 14 hari ke depan.

“Tetap dilakukan pantauan 14 hari dari Puskesmas. Puskesmas setiap pagi melihat kondisinya, kemudian itu nanti sampai 14 hari lewat, artinya sampai hilang virusnya,” kata dia.

Feny juga menjelaskan bahwa pihaknya nanti akan dibantu oleh tim dokter Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging). Mereka nantinya yang akan menentukan apakah ODP tersebut diisolasi di ruang isolasi milik Pemkot atau di rumah sakit atau bahkan cukup isolasi mandiri di rumah.

“Jadi, Tim Pinere ini nanti akan merekomendasikan kapan pasien isolasi mandiri, kapan isolasi di ruang isolasi milik pemkot,” katanya. (ss/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *