Lalang Kibar Dari Lovebird Bisa Beli Rumah Di Grand Pakuwon

oleh

 

Surabaya, kilasjatim.com: Siapa sangka berawal dari sekedar hoby melihara burung lovebird, pria yang punya nama lengkap Lalang Kibar bisa meraup omset Rp 200 juta per bulan dari hasil ternak “Burung Cinta”.

Perjuangan keras, tekab bulat dan kegigihan pria berusia 32 tahun ini patut dicontoh. Bagaimana tidak, Ia harus menjual Motor Mogenya buat modal ternak lovebird.

Menurutnya, sekitar awal tahun 2010 an mulai berkutat dengan burung spesies beo. Dan baru tahun 2013 dirinya beralih ke ternak burung lovebird, karena iming-iming bisnis lovebird yang kini sedang naik daun.

” Saya langsung beli sepasang burung cinta berjenis parblue,” katanya saat ditemui di rumahnya kawasan Manukan Dadi Surabaya, Rabu (08/09/2018).

Dari situlah Lalang mulai getol menekuni dengan menjual motornya demi mengembangkan bisnis lovebird. Atas kegetolannya, ia telah menjadi Ketua Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) Surabaya. Berbagai lomba dan kontes pun diikutinya. Tak sedikit pula juara dan trophy berhasil disabetnya.

Ayah satu putri itu melihat peluang besar ditengah peternak lainnya diambang keraguan untuk mengembangbiakkan. Pasalnya, dalam beternak burung perlu ketelatenan yang tinggi dan fokus. Selain itu, biayanya yang dikeluarkan juga tidak sedikit dengan risiko besar. Namun, Lalang berhasil menepis itu semua lantaran dirinya tidaklah main-main menjalankan usaha tersebut.

Ditemui kilasjatim.com di stockroom-nya di Manukan Adi, Surabaya, suara cuitan lovebird bak pasar burung. Pertanda Lalang sedang mengecek satu persatu sangkar lovebirdnya. Maklum, kini ia telah memiliki 2.000 ekor lovebird mulai anakan hingga dewasa yang ada dalam rumahnya. Harganya pun beragam mulai dari Rp300 ribu hingga Rp300 juta. Dari jenis lokal hingga import dimilikinya untuk siap jual.

“Dalam 2 bulan kedepan saya ingin bangun rumah untuk sangkar-sangkarnya. Rencana di daerah Benowo, karena disini (Manukan, red) kadang ngerasa nggak enak sama tetangga kanan kiri,” ungkap pria berambut cepak ini.

Lalang kemudian mengajak Bhirawa bertandang di rumah satunya yang tidak jauh dari sebelumnya. Rumah minimalis tersebut juga demikian. Penuh kandang lovebird yang dilengkapi alat pengatur suhu kelembapan ruangan. Setiap sudut pun dilengkapi CCTV mulai pagar depan hingga sudut-sudut ruangan berlantai dua itu.

“Di sinilah lovebird diternak. Ada yang harga mencapai Rp300 juta jenis fischeri dun fallow dark blue violet. Ini sedang bertelur tinggal menunggu menetas dalam hitungan hari saja,” katanya.

Kebersihan kandang dan pegawainya selalu diutamakan. Ada total 15 pegawai yang bertugas untuk merawat lovebird anakan hingga siap jual. Pencari lovebird pun dari penjuru di Indonesia hingga Mancanegara. “Ini lagi komunikasi sama pecinta lovebird dari Afghanistan dan Dubai. Nantinya akan dikirim melalui jalur udara. Sebelumnya dikarantina untuk memastikan terbebas dari virus,” jelas Lalang.

Ditanya apa yang membuat harganya hingga ratusan juta? Selain warnanya yang indah, burung jenis tersebut menjadi yang paling banyak dijadikan silangan lovebird mewah seperti parblue dan biola untuk menghasilkan parblue violet atau biola violet. Jika sudah jadi, harganya tinggi.

Disamping itu, untuk membangun relasi sesama pecinta lovebird, ia rela harus terbang ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika. Hal itu dilakukan guna untuk membangun relasi dan bertukar ide dan gagasan dalam beternak lovebird. “Dari dulu dasarnya senang karena prospeknya bagus. Saya sampai ke Taiwan, Thailand, Filiphina untuk membangun koneksi,” paparnya.

“Bisnis ini tidak akan mati, karena akan ada spesies warna baru yang membuat orang kembali jatuh cinta,’’ tambahnya. Kj3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *