Dugaan Penipuan Rp 4 Miliar, Bos Travel Umroh Surabaya Dilaporkan Polisi

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Pemilik salah satu perusahaan travel umroh dan haji di Surabaya dilaporkan oleh pengusaha Giri ke polisi karena diduga melakukan penipuan. Pengusaha travel umroh dan haji berinisial FM itu juga dikenal sebagai pentolan relawan pendukung salah satu kandidat presiden.

“Kami telah melaporkan FM ke kepolisian pada 15 Oktober 2018. Beberapa waktu ini FM malah tidak bisa dikontak. Kami menunggu itikad baik FM,” ujar Giri Bayu Kusumah kepada wartawan di Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Giri mengatakan, FM tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami kontak lewat telepon, WhatsApp, hingga rumahnya, tidak ada respons,” ujar Giri yang merupakan mantan ketua HIPMI Jatim.

Perkara penipuan atau penggelapan ini bermula saat Giri dan FM bertemu pada Juni 2017. Keduanya adalah kolega sesama pengusaha muda di Surabaya. FM lalu meminta bantuan Giri untuk kerja sama memodali usaha FM secara bertahap senilai total Rp4 miliar.

“Ketika itu FM beralasan uang itu untuk memperkuat bisnis jasa perjalanan umroh dan haji yang dikembangkannya. Dia butuh dana untuk pengurusan visa dan sebagainya,” jelas Giri.

Giri semula percaya karena sosok FM juga dikenal sebagai wakil ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur.

Kecurigaan Giri bermula saat dia ketika itu diminta mentransfer dana senilai Rp1,8 miliar ke sebuah perusahaan travel umroh dan haji berskala besar di Jakarta. FM beralasan uang itu ditransfer untuk jaminan atau deposit pengurusan visa.

“Ternyata ketika saya cek ke perusahaan itu, sebagian uangnya ditransfer balik ke FM. Wah ini sudah enggak beres. Ternyata betul, setelah itu FM semakin berbelit-belit,” ujar Giri.

Janji menyelesaikan masalah tersebut tak pernah ditepati. “Janjinya tuntas tahun lalu, meleset. Januari 2019, meleset. Februari meleset lagi. Maret pun sekarang meleset. Dan sudah beberapa waktu ini tidak bisa dihubungi,” ujarnya.

Yang membuat Giri semakin jengkel, di tengah masalahnya itu, FM tetap tampil penuh gaya seolah-olah tak ada tanggungan apapun. Bahkan, FM kerap menyelenggarakam acara-acara di kafe dan restoran mewah, termasuk acara deklarasi dukungan kepada salah satu kandidat presiden.

Karena tindakan itu, FM diduga melakukan tindak pidana mendistribusikan penipuan dan/atau penggelapan sesuai Pasal 378 dan/atau 372 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun.

Giri pun melaporkan ke Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya pada 15 Oktober 2018. Laporan itu diterima polisi dengan nomor STTLP/B/1042/X/2018/JATIM/RESTABESSBY.

“Jujur saja, saya sebenarnya tidak ingin memperkarakan ini secara hukum, apalagi berkeinginan memenjarakan FM. Tapi karena FM tak ada itikad baik, ya langkah hukum terpaksa saya lakukan,” tegas Giri. Kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *