Bhineka Buka Store di WTC2 Sasar Segmen Ritel, Perkuat Pasar Indonesia Timur

oleh

 

Chief of Omni Channel Officer (COCO) Bhinneka, Vensia Tjhin saat meresmikan pembukaan Bhineka Store di WTC Surabaya, Jumat (15/2).

 

SURABAYA, kilasjatim.com:-
Merayakan hari jadinya ke 26 tahun, Bhinneka memantapkan posisinya sebagai e pionir e-commerce
tak hanya online tetapi juga offline dengan menerapkan strategi omni channel pada bisnis retailnya.

Upaya menguatkan pasar dengan menyasar segmen ritel pada Jumat (15/02/2019) meresmikan Bhineka Store di WTC2 lt 5 Surabaya dengan desain yang lebih segar, lebih luas, ragam produk yang relevan dengan karakteristik konsumen di Surabaya dan sekitarnya; serta pengalaman berbelanja yang sama antara online dan offline.

” Seiring dengan dibukanya Bhineka Store di WTC2 Surabaya, kami fokus dengan segmen konsumen ritel yang pasarnya masih cukup besar dan menjanjikan jika digarap dengan serius. Selama ini toko online Bhinneka banyak melayani pemerintahan dan perusahaan melalui jalur lelang atau e-catalog,” kata Chief of Omni Channel Officer (COCO) Bhinneka, Vensia Tjhin saat meresmikan pembukaan Bhineka Store di WTC Surabaya, Jumat (15/2).

Sejak menjalankan bisnis e commerce Bhineka (dulu Bhineka.com) sebesar 50 persen konsumen dari pemerintahan , 30 persen perusahaan 50 dan 20 persen ritel. Adanya store offline maka segmen ritel akan lebih besar lagi.

Saat ini keberadaan toko offline dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan konsumen serta adanya jaminan dan garansi ketika produk yang mereka beli tidak sesuai harapan.

“Kalau murni online terkadang kalau komplain susah. Kalau ada toko offlinenya konsumen bisa langsung melihat produknya sesuai dengan keinginan dan untuk komplain juga mudah jika barangnya tidak sesuai,” jelas Vensia.

Sebagaimana diketahui sejak tahun 1999 Bhinneka dikenal sebagai online shop yang menjual berbagai macam alat elektronik mulai gawai, laptop, komputer, printer, alat musik dan sejenisnya.

Pasar Bhinneka di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya menjadi yang terbesar setelah Jakarta serta Bodetabek. Sehingga kehadiran Bhinneka Store di Surabaya merupakan langkah strategis untuk kian memperluas pelayanan, dan menjangkau konsumen lebih jauh. Bhinneka Store tak hanya melayani jual beli biasa, melainkan sekaligus drop-off point untuk layanan pumajual, bersama para personal shopping assistant.

Pertumbuhan revenue Bhinneka Store Surabaya meningkat lebih dari 60 persen dalam kurun dua tahun terakhir. Tak hanya dari warga Surabaya sendiri dengan kontribusi 82 persen, antusiasme konsumen juga berasal dari Sidoarjo, Gresik, bahkan sampai Batu. Adapun kategori produk yang paling dicari meliputi IT, laptop dan komputer, gadget, dan perangkat pendukung komputer. Data ini menggambarkan preferensi dan selera belanja pelanggan Bhinneka di Surabaya dan sekitarnya.

Lebih lanjut dikatakan Vensia,
Surabaya khususnya menjadi kota terbesar untuk pangsa pasar retail Bhinneka di area Indonesia Tengah dan Indonesia Timur dengan kontribusi 15 persen. Disusul Denpasar, Bali; dan Malang. Tetap didominasi kategori laptop, dan gadget.

“Ini membuktikan bahwa Bhinneka memang dikenal sebagai ahlinya produk-produk 3C5 (Computer/IT, Communication Technology & Consumer Electronics). Strategi omni channel ini telah berhasil mengintegrasikan kanal penjualan dari online ke offline, serta menjangkau pasar yang lebih luas,” paparnya.

Pasar kawasan Indonesia Timur meruoakan pasar yang potensial bagi Bhineka, transaksi retail tunggal dengan nominal tertinggi sepanjang 2018 (cakupan area Maluku dan Papua) mencapai dikisaran Rp40 juta, untuk produk server disusul produk
laptop premium dengan harga Rp22 juta. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *