Bank Infaq Bebaskan Warga Dari Jeratan Pinjaman Riba

oleh

 

Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan pengoperasian Bank Infaq Jawa Timur di Guberng Kerjanya Surabaya Jumat (29/11/2019) (Nova/*)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pertama kalinya di Indonesia berdiri Bank Infaq tepatnya di Guberng Kertajaya VI no 22 Surabaya yang diresmikan
Sandiaga Salahuddin Uno Jumat(29/11/2019).

Pada kesempatan itu Sandiaga berharap adanya Bank Infaq Jawa Timur di Surabaya ini bisa mengentas sedikitnya sekitar 20 persen warga yang terpapar pinjaman riba atau pinjaman pinjam online abal abal.

“Dengan semangat membantu perekonomian tanpa riba. Melalui gagasan ini, berharap para pengusaha yang membutuhkan dana untuk pengembangan bisnisnya bisa meminjam tanpa bunga. Target saya bisa mengatasi permasalahan riba ini 20% dari masyarakat yang terpapar pinjaman on line,” kata Sandiaga.

Besarnya pinjaman dana infaq ini per orang dibatasi Rp 5 juta. namun bagi warga masyarakat yang berinfaq tidak ada batasan besarannya. ” Berapapun nilai infaqnya akan kami terima dan akan disalurkan kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta, Rezza Artha menjelaskan,
gagasan mendirikan Bank Infaq ini muncul karena rendahnya inklusi keuangan di Indonesia, yakni baru sekitar 49 persen. Artinya, 51 persen masyarakat Indonesia belum terlayani oleh lembaga keuangan.

“Umumnya penyedia jasa keuangan berbiaya ekstra tinggi, memiliki bunga yang harus dibayar berkisar 250 persen sampai 600 persen per tahun. Selain itu untuk meminjam di bank dibuyuhkan yang namanya jaminan atau agunan. Tidak adanya jaminan yang diberikan masyarakat pun membuat lembaga keuangan seperti bank tidak bisa memberikan pinjaman uang kepada masyarakat berpendapatan kecil,” kata Rezza.

Akibatnya sebagian besar rakyat berpenghasilan rendah rentan melakukan pinjaman kepada rentenir atau bank titil dengan bunga yang mencekik .

Hadirnya Bank Infaq diharapkan dapat menyediakan akses pinjaman syariah produktif untuk golongan mikro/ultramikro berbiaya nol yang bersumber dari penggalangan dana infaq.

“Bank Infaq bertujuan menjadikan masyarakat lebih berdaya dan mandiri karena bisa mengakses keuangan tanpa riba,” imbuh Rezza.

Sebagaimana diketahui Bank Infaq dikelola oleh komunitas yang bersifat tertutup dan terbatas. Artinya Bank Infaq tidak menerima anggota umum di luar komunitasnya. Sehingga, masyarakat yang ingin meminjam dana di Bank Infaq adalah anggota aktif dalam komunitas tersebut, baik dari Majelis Taklim, organisasi, hingga lingkup RT/RW.

Pada saat peresmian secara spontanitas ada anggota dari komunitas masjid yang secara langsung menginfaqkan sejumlah dana. Hal yang sama juga diikuti salah seorang dokter menyerahkan kepada Sandiaga untuk diserahka. kepada Bank Infaq. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *