40 Dokter Spesialis Mata Menimba Ilmu Teknik Phacoemulsifikasi

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Sekitar 40 dokter spesialis mata dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Basic Phaco Workshop di Hotel Shangri-La Surabaya. Workshop ini diselenggarakan selama dua hari (Sabtu-Minggu) oleh Klinik Mata KMU.

KMU mengadakan workshop, karena melihat masih tingginya angka kebutaan yang disebabkan katarak di Indonesia. Di saat yang sama, metode operasi yang lama dirasa kurang bisa memenuhi harapan. Terutama dalam akurasi dan kecepatan.

“Saat ini, pasien katarak masih sangat banyak. Dengan workshop ini, kita harapkan banyak dokter spesialis mata yang menangani katarak dengan teknik phacoemulsifikasi,” kata koordinator workshop, dr Muhammad Mua’mmar Habibie SpM di sela workshop.

Materi workshop difokuskan pada perkembangan terkini penanganan katarak. Lebih khusus, tentang teknik operasi katarak dengan phacoemulsifikasi. Yaitu operasi katarak tanpa jahit, canggih, dan cepat. “Para peserta diajak langsung praktik dengan peralatan canggih menggunakan mata buatan,” tambahnya.

Dari sisi dokter spesialis mata, lanjutnya, masih banyak yang membutuhkan pelatihan phacoemulsifikasi. Apalagi sampai saat ini pelatihan keahlian operasi katarak ini masih sangat jarang digelar di Indonesia.

“KMU hadir sebagai solusi untuk memberi solusi melalui workshop ini. Alhamdulillah, sambutan para dokter mata sangat bagus,” tandasnya.

Pada kesempatan workshop yang sudah digelar kali ke empat ini, KMU juga melaunching Eyelink. Ini adalah lini baru di KMU yang diharapkan bisa menjadi jembatan pengokohan kerjasama sinergis dengan stake holder bidang kesehatan mata. Terutama dengan dokter spesialis mata dan rumah sakit.

“Kami berharap eyelink bisa berkontribusi mendorong para dokter mata makin meningkat keahlian, karier dan jejaringnya. Dokter mata juga kami suport untuk mengembangkan kualitas layanan di klinik tempat dia berpraktik,” tambah CEO KMU, Muhammad Rusli.

Eyelink juga membuka kesempatan bersinergi dengan rumah sakit. Terutama dalam hal peningkatan layanan di poli matanya.

Muara kerja sama yang dikembangkan eyelink ini diniatkan sebagai kontribusi KMU untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mata di Indonesia. “Kerja sama bisa berupa pendirian dan pengembangan peralatan medis di poli mata,” tuturnya.(Wah)


Kirim dari Fast Notepad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *