Waspadai Potensi Penipuan Daring Gunakan Manipulasi Psikologis

oleh -1.061 views

 

Selama Pandemi Covid 19, Terjadi Lonjakan Trafik Internet

Para pembicara yangbyang jadi Nara sumber di acara diskusi online, “Aman Beraktivitas di Platform Digital Selama Pandemi COVID-19” yang digelar Centre for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (28/05/2020)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Pandemi COVID-19 mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif internet, namun hal tersebut tidak seimbang dengan pengetahuan mengenai cara beraktivitas daring dengan aman.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyebutkan penggunaan internet menunjukkan peningkatan hingga 40%, dan akses yang biasanya didominasi dari kawasan perkantoran kini didominasi
dari kawasan pemukiman .

Sementara, CfDS UGM mencatat kejahatan siber termasuk penipuan rekayasa sosial juga meningkat terutama menyasar pembelanjaan barang medis dan kebutuhan sehari-hari.

Adjunct Researcher CfDS, Ir. Tony Seno Hartono, M. Ikom menjelaskan, pengetahuan yang minim mengenai keamanan daring, memperbesar potensi kejahatan penipuan berteknik memanipulasi psikologis (magis).

“Teknik ini sifatnya sederhana, tidak perlu meretas sistem namun dampaknya luar biasa. Kami mengamati selama masa pandemi penipuan jenis ini tetap ada dan cenderung meningkat,’ ujar Tony Seno dalam diskusi online, “Aman Beraktivitas di Platform Digital Selama Pandemi COVID-19” yang digelar Centre for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (28/05/2020)

 

Teknik manipulasi psikologis, kata Tony, merupakan teknik lama yang menyasar pengguna yang kurang
waspada dalam bertransaksi daring dan memancing korban untuk memberikan informasi pribadi seperti
nomor rekening, nomor kartu ATM bahkan bisa sampai password dan nama ibu kandung; umumnya
pelaku menggunakan iming-iming atau mengatasnamakan lembaga resmi.

“Sekarang mereka biasanya
mengatasnamakan aplikasi tertentu atau lembaga tertentu, kalau dulu modusnya mama minta pulsa atau saudara sedang sakit,” ungkapnya.

Namun demikian, hal tersebut ditanggapi Gojek sebagai super-app dengan pengguna terbanyak di Indonesia memastikan keamanan sistemnya tetap terjaga. Melalui inisiatif #AmanBersamaGojek yang diluncurkan Februari lalu, perusahaan terus menggencarkan edukasi, meningkatkan keandalan sistem teknologi, dan proteksi Jaminan Saldo GoPay Kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Gojek aplikasi on-demand terdepan di Indonesia menegaskan, keamanan ekosistemnya terus diperkuat. Apalagi selama pandemi, Gojek tetap menjadi andalan
masyarakat yang berada di rumah, terlihat dari kenaikan transaksi GoPay di layanan GoFood, GoSend
dan GoShop serta di luar layanan Gojek seperti e-commerce, gaming hingga donasi digital.

Senior Vice President IT Governance, Risk & Compliance, GoPay, Genesha Saputra, menjelaskan, sistem ditempatnya
diamankan dengan Gojek SHIELD, yaitu teknologi keamanan kelas dunia yang menjamin
keamanan pengguna saat menggunakan aplikasi Gojek. Gojek SHIELD diaplikasikan di seluruh aplikasi
untuk konsumen, merchant dan mitra driver. Penerapan Gojek SHIELD memungkinkan adanya
perlindungan keamanan berlapis melalui penerapan verifikasi PIN, dan tidak kalah mutakhir adalah
intervensi chat berbasis artificial intelligence, guna mencegah aksi penipuan bermodus manipulasi
psikologis.

“Melalui inisiatif #AmanBersamaGojek yang didukung oleh Kominfo, GoPay dan Gojek secara proaktif mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih waspada dalam aktivitas daring serta
memberikan ekstra proteksi keamanan Jaminan Saldo Gopay Kembali untuk menunjang kenyamanan
transaksi pengguna di platform daring,” ujar Genesha.

Dikesempatan yang sama,
Direktur Jenderal APTIKA, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Pangerapan,
menjelaskan data yang diterima Kominfo selama pandemi menunjukkan adanya peningkatan
penggunaan akses internet dan pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang aktivitas harian
masyarakat .

“Kami perkirakan pemanfaatan internet akan terus meningkat seiring memasuki tatanan kehidupan baru pasca COVID-19. Penggunaan platform digital tidak hanya membantu mempermudah
komunikasi masyarakat tetapi juga membantu UMKM untuk terus dapat mempertahankan usahanya
dalam masa pandemi ini. Sehingga, kepercayaan publik kepada platform digital penting untuk dijaga dan
ditingkatkan,” jelas Semuel seraya menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi isu keamanan platform digital.

“Masyarakat juga dapat cek hoaks melalui situs resmi Kominfo. Kami terus menerus mengimbau masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadinya. Oleh karena itu, kami sangat
mengapresiasi dan mendukung langkah Gojek yang telah berkomitmen mendukung keamanan daring masyarakat, bahkan sebelum masa pandemi,” imbuh Semuel.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI, Muhammad Farhan, sepakat dengan adanya himbauan untuk bekerja dari rumah, masyarakat semakin terbiasa untuk melakukan berbagai aktivitas melalui platform digital. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah dan privat seperti Gojek dan CfDS untuk memberikan edukasi tentang bertransaksi secara aman di platform digitalperlu terus digalakkan.

“Supaya tidak ada oknum tidak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan  ditengah-tengah keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh pandemi,” tandas Farhan. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.