Waspadai Pneumonia Pada Anak, Cegah Dengan Pemberian ASI dan Vaksin

oleh

dr. Dini Adityarini SpA, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Paediatriacian

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Jangan anggap remeh sakit seperti batuk pilek disertai demam yang terjadi pada anak.  Biasanya dengan meminumkan obat penurun panas maka suhu tubuh akan  turun namun esoknya kembali lagi panas.

dr. Dini Adityarini SpA, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Paediatriacian menyarankan sebaiknya ibu yang menghadapi anaknya dengan gejala tersebut agar segera ke dokter.

“Bisa saja anaknya terpapar pneumonia. Jangan anggap remeh penyakit ini karena akan fatal akibatnya, anak bisa meninggal karena virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuhnya sudah menjalar ke organ tubuh lainnya bahkan hingga ke otak,” jelas dr Dini di acara talkshow  diseminasi media tentang Imunisasi dan Pneumonia bertajuk Imunisasi: Sebuah Investasi & Gaya Hidup Kekinian gelaran Jurnalis Sahabat Anak di Kota Surabaya, Sabtu (7/12/2019).

Dalam beberapa tahun terakhir, pneumonia menjadi penyumbang sekitar 16 persen dari 5,6 juta kematian bayi (balita) di seluruh dunia. Ini sama artinya dengan kematian 880.000 anak balita, atau setara dengan 2.400 anak meninggal per hari akibat terpapar pneumonia. Indonesia sendiri menjadi satu dari lima negara penyumbang terbesar kasus pneumonia di dunia, bersamaan dengan India, Nigeria, Pakistan dan China, yaitu sebesar 54 persen.

Puluhan ribu anak yang disebutkan meninggal setiap tahunnya itu, disebabkan penyakit yang
seharusnya dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti diare dan pneumonia, yang menjadi penyebab terbesar kematian anak-anak muda di negara ini.

United Nations Children’s Fund (UNICEF) pun menempatkan Indonesia pada posisi keenam, sebagai negara yang memiliki jumlah terbanyak bayi yang belum memperoleh imunisasi lengkap hingga tidak divaksinasi. Di negara ini, setiap tahunnya ada sekitar 700.000 bayi yang tidak menerima layanan imunisasi.
Membaca situasi dan kondisi ini, dirasa sangat penting untuk terus meningatkan pemahaman serta kewaspadaan keluarga terhadap berbagai ancaman penyakit, diantaranya seperti pneumonia.

Ditambahkan  dr.Dini tumbuh kembang anak sejak usia 0 – 2 kecukupan gizinya dan ketahanan tubuhnya didapatkan melalui Air Susu Ibu (Asi) dan imunisasi lengkap. Dengan pemberian ASI akan menghindarkan anak-anak dari kondisi tidak sehat oleh karena banyak penyebab.

“ASI penting bagi anak usia tersebut, demikian pula untuk ketahanan anak dalam menangkal berbagai virus yang masuk bisa dilakukan dengan imunisasi lengkap. Setidaknya setelah melengkapi anak dengan 5 imunisasi seperti polio, DPT, BCG,  Campak dan Hepatitis, kini anak juga harus divaksin PCV : Pneumococcal  Conjugate Vaccine), agar anak terhindar dari penyakit pneumonia,” jelasnya.

Mellyza Silvy S.E., M.Si., Dosen Literasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, 

Sementara itu Bambang Chriswanto Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia, pihaknya akan mendukung kampanye pelaksanaan Imunisasi dengan satu diantaranya adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya Imunisasi itu.

“Kampanye tujuannya memberikan pemahaman tentang pentingnya Imunisasi.Termasuk juga perlu dimulainya suatu gerakan menjadikan imunisasi sebagai sebuah gaya hidup atau life style. Bahkan, masyarakat sangat mungkin disadarkan sekaligus diajak untuk paham, bahwa
sebenarnya imunisasi itu selain bagian dari hak anak untuk sehat, juga merupakan investasi masa
depan bagi keluarga kekinian,” kata Bambang seraya menambahkan
masyarakat atau keluarga muda Indonesia perlu disadarkan, bahwa mereka akan mengalami
kerugian yang jauh lebih besar jika mengabaikan mengimunisasi anak-anak mereka sejak dini.

Pada kesempatan yang sama  Mellyza Silvy S.E., M.Si., Dosen Literasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, mengingatkan betapa pentingnya berinvestasi kesehatan.
Saat ini investasi atau menabung bukan hanya sekedar untuk kebutuhan masa depan. Tetapi kesehatan juga menjadi bagian penting untuk sebuah keluarga, dan itu juga bisa dilakukan dengan cara menyisihkan dana. Ini bagian penting yang mulai menjadi trend di era milenial dan modern ini menjadi sangat penting untuk berinvestasi dalam kaitannya dengan kesehatan.

“Saat ini investasi atau menabung bukan hanya sekedar untuk kebutuhan masa depan. Tetapi kesehatan juga menjadi bagian penting untuk sebuah keluarga, dan itu juga bisa dilakukan dengan cara menyisihkan dana. Ini bagian penting yang mulai menjadi trend,” ujar Mellyza Silvy seraya mengingatkan bahwa investasi kesehatan adalah bagaimana membentengi anak dengan cara imunisasi , karena dengan imunisasi merupakan  sebuah investasi strategis masa depan keluarga. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *