Wali Kota Malang Sampaikan Pentingnya Musrenbang Lansia

oleh
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji membuka Musrenbang Lansia.

KILASJATIM.COM, Malang – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, menyampaikan pentingnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tematik yang merupakan salah satu program kerja yang jarang dan bahkan tidak dimiliki oleh daerah lain. Hal ini diungkapkannya pada saat membuka Musrenbang Lansia di Hotel Savana, Senin (17/02/2020).

Dari musrenbang, kata dia, akan menyelesaikan dan mewadahi suatu kelompok masyarakat tertentu. Sehingga dari program ini nantinya di tiap kecamatan akan ada taman ramah lansia dan taman ramah anak.

“Untuk lansia, kesehatan seseorang turut ditentukan oleh bagaimana memanajemen pola pikir. Maka dari itu, indikator kinerja lansia juga harus terukur, seperti bagaimana aktivitas kesehariannya,” urai Sutiaji.

Pria berkacamata itu juga menyarankan agar kepada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Malang sebagai organisasi perangkat daerah yang menjadi leading sector musrenbang agar penilaian sasaran indikator kinerja lansia itu lebih kepada psikologi, yaitu bagaimana membangun kebersamaan bukan ke arah material.

BACA JUGA: Kota Malang Terus Berupaya Tambah RTH

“Dengan demikian, maka apa yang menjadi kebutuhan dari para lansia, khususnya melalui musrenbang ini dapat terpenuhi secara komprehensif,” sambung Sutiaji.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyarankan agar perencanaan program kerja lansia tahun 2021 yang dibahas dalam musrenbang kali ini harus benar-benar bottom up.

“Jika sudah demikian, maka hal ini juga sesuai dengan program pemerintah pusat yaitu dalam upaya peningkatan kualitas SDM, yang bisa dimulai sejak anak dalam kandungan,” urai Bung Edi, sapaan Sofyan Edi Jarwoko.

Selain itu, imbuh pria yang juga ketua komisariat daerah lansia Kota Malang tersebut, dalam perencanaan ke depan pun harus sesuai visi Kota Malang, yaitu Kota Bermartabat. “Prinsipnya, bagaimana para lansia ini hidup di dunia ini bahagia dan mengakhiri hidupnya khusnul khotimah dan di akhirat masuk surga,” jelasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Malang Tegur ASN yang Terlambat

Untuk bisa bahagia harus sehat, dan terkait hal tersebut sejumlah sarana sudah ada, seperti taman olahraga dan digalakkannya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia. Ke depan Kota Malang diharapkan menjadi kota ramah lansia yang lebih baik lagi. Salah satu upayanya yakni, pada tanggal 29 Februari nanti akan ada sekolah lansia dan program itu mandiri.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, SH., M.Hum mengatakan jika gelaran ini untuk memenuhi tahapan yang diisyaratkan peraturan perundang-undangan dan mendorong partisipasi partisipasi lansia dalam proses penyusunan dokumen rencana kegiatan pembangunan daerah 2021.

“Selain itu, dari kegiatan ini agar mendapatkan masukan dari segenap stakeholder pennyelenggaraan pembangunan di Kota Malang terhadap usulan kegiatan yang melibatkan lansia,” tandasnya.

Perempuan berkacamata itu menambahkan, bahwa musrenbang lansia ini juga untuk merusmuskan dan menyampaikan usulan kegiatan prioritas terhadap kesejahteraan lansia, baik sasaran maupun pemangku kepentingan dalam penyususnan rencana kegiatan pembangunan daerah Kota Malang tahun 2021.

Sedangkan terkait sarana penunjang bagi lansia, seperti taman ramah lansia yang akan dibangun di tiap kecamatan, akan direalisasikan dalam tahun ini. (hms/kj15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *