Wali Kota Kediri Meluncurkan QRIS di Pasar

oleh -1.075 views
Wali Kota Kediri ketika meluncurkan acara peluncuran QRIS untuk retribusi pasar dan QRIS pedagang pasar kediri di Pasar Pahing.

KILASJATIM.COM, Kediri – Perubahan selalu terjadi di tengah transformasi digital dan ekonomi, seperti penggunaan QR Code untuk kemudahan pembayaran. QRIS (Respon Cepat Standar Indonesia) merupakan metode pembayaran yang menggunakan metode QR code dari Bank Indonesia agar proses transaksi yang dilakukan lebih mudah, cepat, dan aman.

Tren pembayaran digital non-tunai tersebut, disetujui penjualan karena memiliki pembayaran alternatif. Semakin banyak pilihan bagi calon pembeli, maka akan semakin mudah mendapatkan semakin meningkatkan penjualan. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri ketika meluncurkan acara peluncuran QRIS untuk retribusi pasar dan QRIS pedagang pasar kediri di Pasar Pahing, Rabu (11/3).

Wali Lota Kediri mengatakan, QRIS adalah salah satu alat pembayaran yang enak diterima. Jika biasanya orang-orang membayar uang, sekarang bisa menggunakan non tunai.

“Kesempatan pembayarannya lebih besar. Jadi panjenengan tidak perlu khawatir dan harus disyukuri karena sekarang ini metode pembayaran sekarang semakin banyak. Contohnya sekarang orang-orang yang usianya 40 tahun ke bawah, banyak yang sudah pakai itu. Di penjual makanan pun sekarang juga sudah banyak yang OVO, Dana, Gopay atau lainnya. Nanti semuanya akan melakukan hal yang sama. Jadi panjenengan harus bersyukur karena alhamdulillah untuk yang pasar, ini insya Allah di Jawa Timur pertama kali di Kediri. Ini nanti tinggal dikembangkan,” jelasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Kediri Pimpin Rakor Prodamas Plus

Menggunakan QRIS juga lebih menguntungkan bagi pedagang dan pembeli. Diharapkan dengan QRIS perputaran ekonomi di Kota Kediri juga lebih cepat.

“Ini gerakan yang cukup bagus menurut saya, karena perkiraan saya tidak akan lama lagi semuanya harus pakai uang digital. Seharusnya kita ingin pedagang pasar juga membahas para pelanggan menggunakan uang digital pakai QRIS ini. Mereka pun menggunakan otomatis akan bankable. Dengan perbankan-perbankan yang ada. Kalau sudah kenal di bank itu, kalau pingin pinjam nanti juga lebih mudah. ​​Saya tadi coba pindai juga cepat banget tinggal pasang dan ternyata juga bisa nawar harga. Saya, Kepala BI dan Perbankan bertugas mengenalkan saja,” jelas wali kota.

Wali Kota Kediri menerima, dengan QRIS juga dapat meminimalisir pedagang menerima uang palsu dan tidak perlu menukarkan uang kembalikan.

“Perkembangan jaman saya rasa lebih cepat dari dugaan kita. Sama juga dengan perkembangan ekonomi nanti ke depan. Makanya QRIS ini sangat penting untuk perdagangan dunia. Jadi mohon Bapak/Ibu juga mau menginstal aplikasinya. Saya juga mau terima kasih kepada perbankan yang telah mendukung pria QRIS ini. Mudah-coba QRIS ini dapat digunakan oleh semua elemen di Kota Kediri dan mudah-diminta QRIS di Kota Kediri ini untuk keberhasilan,” tuturnya.

BACA JUGA: Mas Abu Launching Penyaluran Program Sembako Kota Kediri 2020  

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI Kediri), pembukaan pekan QRIS ini diselesaikan di 46 kota.

Kehadiran Pak Wali di pasar ini sangat mendukung program Pemerintah, dalam hal ini BI karena QR ini sudah ada di MoUkan bahkan dengan Kementerian Dalam Negeri untuk bisa mendukung berbagai kegiatan.

Memperbaiki ekonomi di setiap wilayah bisa tumbuh lebih baik lagi. Tentunya peluang ini baik karena kita bisa menggunakan metode pembayaran dengan QRIS. Ini akan menguntungkan pedagang. Kalau pedagang untung, nanti retribusinya juga akan lancar. Pemerintah Kota juga dapat memperoleh anggaran.

Mudah-senang kesini nanti semakin meluas penggunaannya di Pasar Pahing dan juga di pasar-pasar tradisional lainnya. Pak wali tadi juga sudah menghabiskan gula dan teh dengan menggunakan QRIS. Bisa juga dilakukan tawar menawar. Pakai QRIS bukan berarti tidak bisa ditawar, tetapi harga masih bisa ditawar. Setelah harga disepakati, nanti harga diinput di aplikasi bisa langsung dipencet bayar langsung masuk ke rekening pedagang. Tidak perlu repot antar uang ke bank untuk disetor ke rekeningnya, sekarang sudah bisa masuk di rekening dan lebih banyak lagi.

BACA JUGA: Mas Abu Berharap ASN Kota Kediri Harus Responsif, Adaptif dan Inovatif  

Selain itu Kepala KPwBI Kediri mengatakan, dalam berbagai kesempatan, transaksi tunai masih menguntungkan beberapa pihak. Diantaranya hanya karena tidak ada kembalian yang bisa jadi pembeli kembalikan, selain itu hanya karena tidak ada pecahan yang pas bisa jadi dibulatkan biaya dan untuk yang melakukan transaksi di keseharian perlu ada uang yang bisa ditebus. Ditambah lagi di tengah isu virus corona saat ini, metode pembayaran QRIS juga dapat meminimalisir merebaknya virus corona yang mungkin cukup besar resikonya melalui dana yang digunakan sehari-hari.

Kepala KPwBI Kediri menambahkan, dengan QRIS pengelola pasar, dapat dengan mudah mengumpulkan retribusi dan uangnya dapat segera digunakan untuk mengembangkan pengelolaannya sehingga bisa lebih meningkat pada saat disetor secara komersial.

Untuk diketahui, Pasar Pahing menjadi Pilot Project dalam acara tersebut dan sekitar 20 pedagang telah ikut mendaftar dalam transaksi ini. Rencananya setelah Pasar Pahing, QRIS juga akan diterapkan ke seluruh pasar di Kota Kediri. Puncak pekan QRIS nanti akan diselenggarakan Tanggal 15 Maret 2020 di Gor Jayabaya Kediri.

Hadir pula dalam acara tersebut Direktur PD Pasar Kota Kediri, Edi Ikhwan, Kepala BPPKAD, Bagus Alit, Plt Kepala Disperdagin, Nur Muhyar, Kepala Bagian Perekonomian Zachrie Ahmad, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Apip Permana dan juga beberapa pihak dari perbankan. (hms/kj20)

No More Posts Available.

No more pages to load.