KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Eri Cahyadi bercita-cita ingin seluruh rumah sakit di Surabaya terkoneksi dengan satu aplikasi termasuk 3 rumah sakit milik Pemkot Surabaya.
Keinginan ini muncul usai dirinya mengevaluasi aplikasi layanan tiga rumah sakit Pemkot Surabaya yang dianggap berjalan sendiri-sendiri.
“Selama ini saya lihat tidak efisien karena masing-masing jalan sendiri. Maka,saya minta ketiganya untuk semua layanan, mulai dari catatan hingga riwayat menggunakan aplikasi yang terhubung satu dengan lainnya. Jadi bentuk layanan akan sama dan menjadi satu, bukan sendiri-sendiri,” katanya dalam keterangan pers yang diterima kilasjatim.com, Senin (10/3/2025).
Tak hanya itu, Eri juga ingin aplikasi yang digunakan tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya juga bisa digunakan seluruh rumah sakit di Surabaya.
“Kalau layanan saling terintegrasi dapat memudahkan pelayanan kepada pasien. Contohnya, di RS A penuh bisa dilihat RS mana yang kosong dan memungkinkan untuk menerima pasien,” harapnya.
Integrasi palikasi ini, lanjut Eri juga bentuk dari efisiensi APBD yang sudah dijalankan Pemkot Surabaya serta mendukung kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kalau masing-masing rumah sakit punya aplikasi tidak efektif karena sama-sama menggunakan uang negara, makanya cukup satu disamakan,” pungkasnya. (cit)





