Wakil Bupati Bondowoso Ajak P3K Sisihkan Gaji untuk Anak Yatim

oleh

BONDOWOSO, KILASJATIM.COM – Wabup Bondowoso Irwan Bahtiar Rahmat terus melakukan upaya untuk membantu ekonomi lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Salah satunya mengajak Persatuan Guru Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja( PG-P3K) menyisihkan sebagian gaji untuk anak yatim.

Dalam pemaparannya, Wabup menyampaikan kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan oleh P3K ini harus berkelanjutan.

“Ini sebagai bentuk syukur atas rejeki yang diperoleh. Ini harus berkesinambungan. Sisihkan gaji yang kita peroleh untuk dibagikan kepada anak yatim,” paparnya.

Wabup juga berpesan, seluruh P3K harus tetap solid dan jaga kekompakan meskipun perbedaan pendapat. Pihaknya berharap harus ditingkatkan agar mampu berkontribusi membatu Bondowoso melesat.

Pihaknya meminta kepada seluruh P3K agar selalu bersinergi dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Karena P3K diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahkan tugas dalam suatu jabatan pemerintah atau tugas negara yang digaji sesuai perundang-undangan yang berlaku,” paparnya.

Pihaknya juga meminta agar meningkatkan kinerja. Menurutnya, P3K jangan sampai kalah dengan PNS. “Intinya harus bersinergi dengan pemerintah untuk Bondowoso melesat,” imbuhnya.

Sementara koordinator PG- P3K Bondowoso, Holili Firmansyah mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan nadzar sekaligus bentuk syukur para P3K yang telah mendapat SK.

“Kegiatan ini sudah di usalkan sejak Oktober 2020 untuk memisahkan sebagian gaji untuk berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin. Alhamdulillah terealisasikan sekarang dan semua P3K kompak,” terangnya saat mendampingi Wabup Bondowoso. Bahtiar Rahmat terus melakukan upaya untuk membantu ekonomi lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Salah satunya mengajak Persatuan Guru Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja( PG-P3K) menyisihkan sebagian gaji untuk anak yatim.

Dalam pemaparannya, Wabup menyampaikan kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan oleh P3K ini harus berkelanjutan.

“Ini sebagai bentuk syukur atas rejeki yang diperoleh. Ini harus berkesinambungan. Sisihkan gaji yang kita peroleh untuk dibagikan kepada anak yatim,” paparnya.

Wabup juga berpesan, seluruh P3K harus tetap solid dan jaga kekompakan meskipun perbedaan pendapat. Pihaknya berharap harus ditingkatkan agar mampu berkontribusi membatu Bondowoso melesat.

Pihaknya meminta kepada seluruh P3K agar selalu bersinergi dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Karena P3K diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahkan tugas dalam suatu jabatan pemerintah atau tugas negara yang digaji sesuai perundang-undangan yang berlaku,” paparnya.

Pihaknya juga meminta agar meningkatkan kinerja. Menurutnya, P3K jangan sampai kalah dengan PNS. “Intinya harus bersinergi dengan pemerintah untuk Bondowoso melesat,” imbuhnya.

Sementara koordinator PG- P3K Bondowoso, Holili Firmansyah mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan nadzar sekaligus bentuk syukur para P3K yang telah mendapat SK.

“Kegiatan ini sudah di usalkan sejak Oktober 2020 untuk memisahkan sebagian gaji untuk berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin. Alhamdulillah terealisasikan sekarang dan semua P3K kompak,” jelansnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *