Wabup Lumajang Ingin Implementasi Sistem BLUe Dapat Minimalisir Kecurangan

oleh
Peresmian Penggunaan Bukti Lulus Uji Berkala Elektronik Kabupaten Lumajang Tahun 2019.

KILASJATIM.COM, Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) mengatakan, bahwa dirinya menginginkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan pengembangan dan peningkatan sistem Bukti Lulus Uji Berkala Elektronik (BLUe), sehingga dapat meminimalisir adanya tindak kecurangan.

“Saya sangat mengapresiasi upaya yang diakukan oleh Dishub, tetapi saya ingin agar sistem ini juga dikembangkan dan ditingkatkan agar dapat meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata dia saat acara Peresmian Penggunaan Bukti Lulus Uji Berkala Elektronik Kabupaten Lumajang Tahun 2019, bertempat di Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Lumajang, Kamis (27/12/2019).

Bunda Indah juga mengatakan, Bukti Lulus Uji Elektronik tersebut merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang telah berkembang saat ini. Dan, hal tersebut sudah tidak bisa lagi ditunda karena ini adalah era digital.

“BLUe ini adalah bagian dari kemajuan teknologi yang berkembangan pesat hingga saat ini. Untuk itu, mau tidak mau kita harus mengikuti semua sistem yang harus menggunakan digital,” ujarnya.

BACA JUGA: Wabup Nilai Pendidikan Politik Masyarakat Lumajang Sudah Sangat Baik

Menurutnya, disamping memiliki sistem yang canggih, pengoptimalannya juga harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan amanah, karena hal itu adalah yang paling penting sebagai pelayan masyarakat.

Bunda Indah menambahkan, bahwa dirinya berkeinginan agar sistem BLUe di Kabupaten Lumajang yang saat ini berakreditasi B, nantinya bisa segera naik menjadi akreditasi A, sehingga dalam transaksinya non tunai dengan menggunakan smart card.

“Dengan transaksi non tunai, saya yakin dapat menekan sekecil mungkin peluang untuk bermain-main ataupun penyelewengan uang di dalamnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Nugraha Yudha mengungkapkan bahwa ke depan, pihaknya akan berupaya untuk mengembangkan dan mengintegrasikan sistemnya dengan Dinas Kominfo dan BPRD, mengingat Dishub juga menjadi salah satu Perangkat Daerah yang berkontribusi dalam memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Lumajang.

BACA JUGA: Bupati Ajak Masyarakat Optimis dan Bekerja Keras Membangun Lumajang  

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan, di tahun 2020 nanti, pihaknya telah mengajukan usul di Program Legislasi Daerah (Prolegda) untuk perubahan tarif. Hal ini dikarenakan, adanya perubahan dari sistem yang manual ke sistem elektronik, sehingga juga terjadi perubahan di dalamnya, seperti perubahan tarif, karena tarif yang diterapkan sebelumnya menggunakan penetapan tarif tahun 2011 lalu.

“Jadi, kami sudah berproses dengan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, red) Kabupaten Lumajang. Dan, mudah-mudahan tahun depan bisa segera terealisasi, karena dalam Perda (peraturan Daerah, red) juga tidak menyebutkan kartu/buku uji, jadi harus disesuaikan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala UPT. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jember Agus Wijaya menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi Pemkab Lumajang, karena Lumajang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang menerapkan sistem BLUe berakreditasi B dengan menggunakan smart card,

“Di wilayah Jawa Timur, terdapat sekitar 42 UP PKB (Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor, red). Dan, baru 87 persen yang sudah berakreditasi B, Lumajang termasuk salah satunya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, persyaratan untuk menerapkan sistem BLUe dengan smart card adalah dengan stiker hologram dan sertifikat sebagai buku uji yang lama. “Kami harap, dengan adanya smart card ini dapat meminimalisir adanya tindak pidana pemalsuan Buku Uji KIR oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” harapnya. (kominfo-kj13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *