Wabup Bondowoso Sebut Ada Sanksi Bagi Kecamatan yang Vaksinasinya Rendah

oleh

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana akan memberi penghargaan dan hukuman bagi kecamatan yang capaian vaksinasinya tak mencapai atau mencapai 70 persen pada Desember 2021 mendatang.

Untuk tiga kecamatan yang capaian vaksinasinya tinggi secara berurut dari juara I, II, dan III akan mendapatkan Rp 100 juta, Rp 75 juta, dan 50 juta.

Sementara bagi, kecamatan yang capaiannya rendah atau tak memenuhi 70 persen akan diberi rompi hitam bertuliskan ‘Gagal Vaksinasi’. Sekaligus penundaan rekomendasi untuk pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) melalui camat setempat.

Ini diterangkan oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat bersama Bupati Salwa Arifin saat Monev Vaksinasi, di Pendopo Kecamatan Grujugan, Kamis (30/9/2021).

” Danramil dan Kapolsek, kalau nggak sampai herd immunity, diundang ke kabupaten pakai rompi berdiri menghadap bendera termasuk kepala Puskesmas dan camat. Disaksikan oleh Dandim dan Kapolres, ” tegas Wabup Irwan di hadapan para camat dan kepala desa, saat Sosialisasi Percepatan Vaksinasi di pendopo Kecamatan Grujugan, Kamis (30/09/2021).

Ancaman sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kota Tape masih di bawah 20 persen. Sehingga ia menargetkan stok vaksin yang ada saat ini wajib habis dalam sepekan.

Sementara untuk penghargaan, kata Wabup Irwan, anggarannya akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

” Ada pembagian, bagi desa yang mencapai herd immunity, terserah camat rembuk dengan Kapolsek dan Danramil,” lanjutnya.

Baik reward dan punishment tersebut akan berlaku hingga akhir Desember 2021 sebagai target pencapaian herd immunity 70 persen, dalam penganugerahan capaian vaksinasi.

” Dikaitkan dengan Hari Kesehatan Nasional apa begitu nanti,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada 27 September 2021 capaian vaksinasi dosis pertama di Bondowoso baru 19,90persen.

Sedangkan dosis ke dua baru menyentuh angka sekitar 11,20 persen, dan dosis ke tiga sekitar 61,99 persen. Sehingga, cakupan vaksinasi di Kota Tape masuk kategori terendah ke lima di Provinsi Jawa Timur.

Rendahnya capaian ini membuat Bondowoso masih stagnan di level tiga. Karena, saat ini capaian vaksinasi menjadi salah satu indikator penilaian penentuan kategori level di kabupaten. kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *