Virus Corona Masuk Indonesia, Dinkes Imbau Masyarakat Jatim Jangan Panik

oleh -1.419 views
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Masyarakat Jawa Timur diimbau tidak panik terkait adanya informasi bahwa virus corona (COVID 19) telah masuk Indonesia. Ini menanggapi keterangan dari Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto bahwa ada ibu dan anak telah terdeteksi Virus Corona pada 1 Maret 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana, Senin (2/3) menegaskan, sampai hari ini belum ada satupun masyarakat Jawa Timur positif terjangkit COVID-19 meski Jatim mengirimkan sejumlah spesimen. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak panik dan selalu menjaga kesehatan dengan baik.

Dia juga menegaskan, semua hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim ke Balitbangkes hasilnya negative, sehingga Jatim masih aman dan tidak ada satu orang yang dinyatakan positif corona.

“Jadi 10 spesimen itu kejadiannya sudah lama. Itu mungkin dari laporan yang kami periksa. Sekarang tidak ada perawatan orang yang dicurigai, karena sudah selesai masa inkubasinya. Dua kali masa inkubasi 14 hari. Memang ada beberapa orang yang datang dari luar negeri, ada riwayat dari negara daerah terjangkit disertai panas, batuk, dan sesak. Maka kami rawat dengan ekstra, di ruang isolasi untuk pencegahan,” ujarnya.

BACA JUGA: Dinkes Jatim: Awas Bahaya Obat Kuat Mengandung Sildenafil

“Di ruang isolasi itu kami periksa laboratoriumnya, kami periksa rontgen-nya, kami lakukan swab-nya. Nah, Swab itu hanya satu yang bisa melaksanakan, cuma Laboratorium Balitbangkes Jakarta, sudah kami kirim,” tambahnya.

Dalam upaya pengawasan dan antisipasi orang yang kemungkinan bersinggungan dengan negara terjangkit, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya. Salah satunya dengan terus melakukan prosedur tetap pengawasan dengan alat body thermal scanner di Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Selain itu, KKP bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jatim juga menerapkan pengawasan melalui kartu peringatan kesehatan (health alert card/HAC) untuk penumpang pesawat atau kapal yang memiliki riwayat ke negara terjangkit.

Untuk menghindari penyebaran virus corona, Herlin berpesan kepada masyarakat Jawa Timur agar senantiasa menjaga kesehatan secara baik di lingkungan keluarga, dengan cara sesering mungkin cuci tangan setelah beraktifitas, mengkonsumsi makanan yang sehat, jika bersin agar senantiasa memakai masker atau alat pelindung diri (APD) serta selalu menjaga kondisi tubuh utamanya di saat musim penghujan.

BACA JUGA: Pulang Dari Tiongkok, Kesehatan Mahasiswa Ponorogo Terus Dipantau Dinkes    

“Batuk, pilek, bersin, demam, pusing ini semacam sakit flu dan ini hamper sama dengan gejala virus corona. Karena itu, jaga selalu kesehatan setiap saat, periksa ke dokter. Yang terpenting jangan panik,” tegas Herlin.

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menerangkan, seorang ibu dan anak telah terdeteksi Virus Corona pada  1 Maret 2020. Diketahui, ibu dan anak tersebut tinggal di wilayah sekitar Depok dan kini telah langsung lakukan pemeriksaan. (kominfo/kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.