Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi USD424,4 Miliar pada Triwulan III 2025

oleh -807 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 mencapai USD424,4 miliar, atau setara Rp7.091,72 triliun dengan menggunakan kurs BI Rp16.710 per dolar AS. Angka tersebut turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD432,3 miliar. Secara tahunan, ULN Indonesia juga mengalami kontraksi sebesar 0,6 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa dinamika ULN dipengaruhi oleh sejumlah faktor. “Di antaranya melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pada ULN sektor swasta,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Senin (11/7/2025).

BI menilai struktur ULN Indonesia masih berada pada tingkat yang sehat. Denny mengatakan pengelolaan utang dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, yang tercermin dari penurunan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 29,5 persen pada triwulan III 2025, dari 30,4 persen pada triwulan sebelumnya.

“ULN Indonesia tetap aman karena didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,1 persen,” ujarnya. Ia menambahkan, BI akan terus menjaga kesehatan struktur ULN melalui koordinasi yang kuat dalam pemantauan perkembangannya.

Denny menegaskan, peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. “Hal itu dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tuturnya.

Secara rinci, ULN pemerintah pada triwulan III 2025 tumbuh 2,9 persen secara tahunan. Namun, pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan triwulan II 2025 yang mencapai 10 persen. BI menyebut perlambatan ini dipengaruhi kontraksi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Di sisi lain, ULN swasta juga mengalami penurunan menjadi USD191,3 miliar, dari sebelumnya USD193,9 miliar pada triwulan II 2025. Secara tahunan, ULN swasta melanjutkan tren kontraksi pertumbuhan dari 0,2 persen menjadi 1,9 persen pada triwulan laporan.

Baca Juga :  Pencapaian Transaksi Dari Business Matching Sebesar Rp 19,26 Triliun.

Kontraksi ULN swasta dipengaruhi oleh turunnya ULN lembaga keuangan sebesar 3 persen secara tahunan, serta ULN perusahaan bukan lembaga keuangan yang terkontraksi 1,7 persen.

Sektor-sektor dengan kontribusi ULN swasta terbesar meliputi industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.(den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.