Urgensi Pencatatan Keuangan Berbasis Ponsel, Ini dia Solusi ala ITTelkom Surabaya

oleh -94 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pencatatan keuangan bagi pelaku bisnis menjadi salah satu hal penting yang tidak dapat diabaikan. Banyak masalah-masalah dapat muncul karena tidak ada pencatatan yang cukup baik dikarenakan fungsi pencatatan sendiri tidak hanya berkaitan dengan keuangan saja namun juga mengidentifikasi keperluan dan rencana usaha.

Dosen teknik industri ITTelkom Surabaya, Rizqa Amelia Zunaidi, S.T., M.T sekaligus ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema “Urgensi Pencatatan Keuangan Berbasis Ponsel pada UMKM di Kota Surabaya”,  ini bekerja sama dengan UMKM Kota Surabaya binaan PT Telkom Indonesia. Rangkaian acara pengabdian masyarakat dilaksanakan secara offline pada tanggal 29 Juli 2022 di Kampus ITTS, diikuti pelaku usaha yang berada di kota Surabaya.

“Pelaku usaha kami berikan pengetahuan dalam mengelola pencatatan keuangan, tujuannya memudahkan pelaku usaha dalam merencanakan bisnis mengetahui jumlah kerugian dan keuntungan, aset dan modal, serta mengetahui jumlah transaksi, perhitungan pajak dan alat dalam pengambilan keputusan.

“Saat ini pencatatan keuangan telah dikembangkan secara digital sehingga memudahkan pelaku usaha melakukan pemantauan dan mengevaluasi penjualannya secara digital melalui perangkat,” kata Rizqa.

Selain Rizqa, kegiatan ini juga mendatangkan narasumber utama yaitu Rahaditya Dimas Prihardianto, S.T., M.T., CSCA. Sekaligus dosen Teknik Industri sekaligus memiliki Certified Supply Chain Analyst (CSCA).

Pencatatan keuangan digital menjadi solusi yang paling tepat untuk menghindari resiko kehilangan dan rusak, yang sering terjadi pada pencatatan keuangan konvensional. Pada kegiatan ini, pelaku usaha diberikan pengetahuan dalam mengelola pencatatan keuangan secara digital dengan menggunakan aplikasi Buku kas melalui perangkat telekomunikasi atau ponsel.

Beberapa materi yang disampaikan narasumber kepada pelaku usaha terkait dengan tema ini yaitu, mengenal jurnaling dan laporan keuangan, serta melakukan jurnaling di aplikasi Buku Kas. Kemudian, pelaku usaha akan diberikan pendampingan sebanyak 3 kali pada bulan agustus untuk mengevaluasi penerapan penggunaan aplikasi Buku Kas dalam pencatatan keuangan secara digital yang akan dikontrol oleh tim pengabdian masyarakat.

Pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias dan ingin mengetahui lebih baik lagi dalam pengelolaan keuangan dengan menggunakan aplikasi Buku Kas.

Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diperoleh berdasarkan hasil survey, yaitu aplikasi pencatatan keuangan melalui fitur aplikasi yang disediakan pada aplikasi Buku Kas sangat membantu dalam pencatatan keuangan secara digital. Dengan demikian, adanya penguasaan teknologi digital oleh pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing UMKM Indonesia pada era globalisasi saat ini. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.