KILASJATIM.COM, Surabaya – Menyusul pendataan mahasiswa yang terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bergerak cepat dengan menyiapkan tim tenaga kesehatan lengkap terdiri dari dokter, perawat, bidan, ahli gizi, ahli sanitasi lingkungan, dokter koas, serta ahli epidemiologi dan promosi kesehatan.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., menyatakan bahwa pengiriman tim ini sekaligus menjadi bagian dari kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala. “Kami memiliki MoU dengan Universitas Syiah Kuala, sehingga kerja sama ini bisa direalisasikan melalui pengabdian masyarakat di daerah musibah. Kami juga menyiapkan satu unit mobil UNUSA-Water untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi,” terang Triyogi.
Unusa menetapkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai titik utama bantuan. Daerah ini masih terisolasi pascabanjir bandang dan longsor akhir November 2025. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 46.611 warga masih terputus aksesnya akibat jalan dan jembatan rusak, suplai listrik belum pulih, serta jaringan komunikasi terganggu. Distribusi bantuan juga berjalan lambat karena medan yang sulit.
Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Perpustakaan Unusa, Dr. Umdatus Sholeha, menyampaikan perkembangan pendataan mahasiswa dari daerah terdampak. “Sejauh ini ada tiga belas mahasiswa yang berasal dari lokasi musibah. Enam di antaranya sudah kami dalami situasinya, dan mereka menyatakan belum membutuhkan bantuan. Namun jika sewaktu-waktu mereka membutuhkan, kami siap membantu,” katanya. Ia menegaskan bahwa pendataan lanjutan tetap dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
Untuk mendukung aksi kemanusiaan, Unusa bersama organisasi kemahasiswaan juga membuka rekening Unusa Peduli sebagai wadah penggalangan dana. “Kami berharap tidak hanya civitas akademika, tetapi masyarakat luas juga ikut berdonasi. Mahasiswa kami terjunkan ke rumah sakit-rumah sakit Yarsis untuk menjemput donatur,” jelas Umdatus.
Terkait pengiriman mobil UNUSA-Water, Rektor menyampaikan bahwa pihaknya sedang mencari dukungan logistik agar unit tersebut bisa diberangkatkan. “Kami mencoba bekerja sama dengan TNI AL yang telah mengirim bantuan dari Jawa Timur untuk membantu pengiriman mobil UNUSA-Water,” pungkas Triyogi.(tok)





