UNICEF dan PLN Dukung Kreativitas Anak Disabilitas dan Berkebutuhan Khusus

oleh -1.656 views
General Manager PLN UID Jatim, Bob Saril (tengah) bersama salah seorang anak berkebutuhan khusus.

KILASJATIM.COM, Surabaya – UNICEF bersama PLN Group Jawa Timur, mendukung kreativitas anak dengan disabilitas dan berkebutuhan khusus sehingga dapat mandiri dan berkarya.

Kepala Perwakilan UNICEF untuk Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara, mengatakan bahwa status “spesial” sebenarnya melekat pada setiap anak, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga dengan anak dengan disabilitas dan berkebutuhan khusus.

Kolaborasi bersama itu diberikan saat peresmian pameran teknologi masa depan kelistrikan, Future X, yang digelar PLN Group Jawa Timur, di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu (29/2).

Peresmian dihadiri oleh 15 anggota Kolaborasi Tanpa Batas di Jatim yang mempromosikan pendidikan inklusi. Anak-anak peserta delegasi tersebut diminta menuliskan mimpi-mimpi mereka akan masa depan dan diajak maju ke panggung oleh General Manager PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril yang mengumpulkan tulisan-tulisan tersebut dan dimasukan ke dalam Kapsul Waktu (Time Capsule).

BACA JUGA: Penuhi Kebutuhan Mobil Listrik, PT PLN UID Jatim Resmikan SPKLU Pertama di Surabaya

Di masa depan, time capsule itu akan dibuka dan dilakukan ukuran apakah PLN sudah berhasil mewujudkan mimpi anak-anak tersebut. “Bagi adik-adik kita dengan keistimewaan berbeda ini, mereka justru dapat menjadi pendongkrak kemajuan pembangunan Provinsi Jawa Timur, apabila ingin tumbuh lebih hebat, di atas 6%, dan lebih inklusif,” kata Arie.

Arie menambahkan, model inovasi kebijakan sekolah inklusi beserta festival olahraga inklusi yang ditunjukan oleh Kota Pasuruan dan Kabupaten Bondowoso, dan kini akan diadopsi di tingkat provinsi dengan dukungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) telah menunjukkan bahwa setiap anak harus diberikan kesempatan sekolah dan berprestasi sehingga berkontribusi terhadap masa depan Jatim dengan konkrit.

Program model kebijakan ini, bahkan mendapat dukungan salah satu klub sepakbola terbesar di Indonesia, Persebaya, yang sudah dua kali mendukung festival olahraga inklusi, di Kota Pasuruan dan di Kota Surabaya. Di Kota Pasuruan, 600 pelajar dari berbagai sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusi bermain bola dengan para pemain senior dan manajemen Persebaya. Terakhir, Green Force Run 2020 melibatkan 100 pelari cilik dari anak dengan disabilitas dan berkebutuhan khusus yang datang dari seluruh penjuru Jawa Timur.

“Kami apresiasi dengan setinggi-tingginya kebijakan afirmatif dari PLN Group Jawa Timur yang percaya bahwa masa depan PLN, masa depan kelistrikan, masa depan Jatim dan Indonesia berada di tangan anak-anak, termasuk anak-anak dengan berbagai keistimewaan yang belum optimal kita fasilitasi. Kebijakan afirmasi terhadap pendidikan inklusi, akan membuat bukan saja anak-anak semakin spesial, tapi Jatim semakin maju,” tegas Arie.

BACA JUGA: Dilengkapi Wisata Energi Terbarukan, PLN Akan Bangun Pembangkit Tenaga Angin di Banyuwangi

Senada dengan Arie, General Manager PLN UID Jatim, Bob Saril menyampaikan anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk membangun masa depan bangsa. Melalui kesempatan ini, PLN menunjukkan perhatian dan kesungguhannya bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapat kesempatan yang sama mewujudkan pembangunan di Jawa Timur.

“Hari ini, adik-adik spesial kita ini telah mengukir mimpi mereka dalam time capsule, kami, PLN akan berusaha dengan segenap hati membantu mewujudkannya,” ungkapnya. (kominfo/kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.