KILASJATIM.COM, Surabaya – Cita rasa lokal dan kreativitas warga Tulungagung mendapat panggung istimewa di Surabaya. Lewat Gelar Seni dan Pameran Produk Ekonomi Kreatif yang digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Sabtu (24/5/2025), sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Tulungagung memamerkan produk unggulan mereka—mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung dengan Komunitas Kreator 8, sebagai bagian dari strategi promosi potensi ekonomi kreatif dan budaya lokal ke tingkat regional.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring antar pelaku UMKM,” ujar Ketua Komunitas Kreator 8, Retno Sarilita Santosaningtyas. “Kami membawa produk khas Tulungagung seperti tas dari karung goni, aksesoris etnik, anyaman janur, hingga makanan tradisional seperti pecel dan lodho suwir. Semuanya mewakili kekayaan budaya dan kearifan lokal kami.”
Dua kuliner andalan—pecel dan lodho suwir—menjadi magnet utama bagi pengunjung. Disajikan gratis, makanan ini tak hanya memperkenalkan cita rasa khas Tulungagung, tetapi juga menjadi cara efektif membangun kesan yang membekas.
“Saya baru pertama kali mencoba lodho suwir. Rasanya unik dan lezat, beda dari masakan Jawa Timur lainnya,” kata Ameera, pengunjung asal Sidoarjo.

Tak hanya kuliner, produk-produk kerajinan dari pengrajin lokal juga mendapat sambutan hangat. Beberapa bahkan dilirik calon pembeli dari luar kota. Retno menyebutkan, keterlibatan UMKM dalam ajang ini membuka peluang untuk memperluas pasar, sekaligus mengasah kemampuan promosi dan inovasi.
“Kami ingin masyarakat luar tahu bahwa Tulungagung punya produk yang berkualitas dan punya daya saing,” tambahnya.
Suasana pameran kian meriah dengan penampilan seni tradisional, termasuk pertunjukan wayang yang memikat ratusan pengunjung. Acara sehari ini tak hanya mempromosikan produk, tetapi juga memperkuat posisi Tulungagung sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif yang menjanjikan di Jawa Timur. (FRI)





