KILASJATIM.COM, Mojokerto – Lebih dari 50 orang pedagang tergabung dalam UMKM dan menjadi binaan PEDALINDO Sidoarjo pada Jumat (22/8/2025) memenuhi undangan yang dikoordinir Nur Chasanah untuk melakukan kunjungan ke pabrik Yakult di Ngoro Industrial Park Mojokerto.
Hendy Prasetyo Nugroho, Marketing Communication Yakult Factory dalam sambutannya mengatakan, perusahaan memberikan kesempatan secara terbuka bagi warga masyarakat yang ingin melakukan kunjungan ke pabrik.
‘Kunjungan ke pabrik Yakult merupakan kegiatan edukasi untuk memberikan pemahaman tentang proses produksi, manfaat kesehatan, dan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan, tamu undangan dipandu untuk melihat dari dekat proses pembuatan hingga pengemasan dan distribusi hingga di pasaran,” ujar Hendy.
Selain itu, para undangan UMKM PEDALINDO diajak melihat langsung proses fermentasi hingga pengemasan, serta diberi penjelasan mengenai manfaat bakteri baik Yakult dan standar kualitas yang diterapkan.

Junius Bram, Founder & Ketua Dewan Pembina & Ketum PEDALINDO menyambut gembira atas undangan Yakult kepada UMKM PEDALINDO yang dikoordinir Nur Chasanah hingga jumlah peserta yang ikut cukup banyak. “Hari ini, luar biasa semangatnya rombongan PEDALINDO (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia) saat melangkahkan kaki di pintu gerbang PT. Yakult Indonesia Persada. Kunjungan ini bukan sekadar rekreasi dan jalan-jalan biasa tanpa tujuan, melainkan sebuah studi komparatif yg sarat makna, sebuah perjalanan unt menimba ilmu dari salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia,’ ujar Bram panggilan akrabnya bersama Gatot Sunyoto Ketua DPD PEDALINDO Kabupaten Sidoarjo saat mengantar keberangkatan rombongan .
Ditambahkan Bram, misi di balik kunjungan utama kita hari ini adalah untuk menyerap ilmu semaksimal mungkin dari Yakult, sebuah perusahaan yg telah membuktikan kesuksesannya dalam berbagai aspek. Mulai dari proses produksi yang higienis , terstandar, strategi marketing yang cerdas dan terstruktur, hingga manajemen distribusi yang efisien.
“Semua ini adalah pelajaran berharga yang harus kita amati dengan seksama.Ingat, kesempatan ini bukan sekadar jalan- jalan evoria tanpa tujuan. Ini adalah momentum berharga untuk melihat langsung bagaimana sebuah produk bisa dikenal, dipercaya dan sukses di pasaran yang menjangkau hingga ke pelosok. Manfaatkan sebaik mungkin Ilmu yang didapatkan dari Yakult hari ini dan harus bisa diimplementasikan dalam usaha yang dijalani,” papar Bram
Pabrik yang dibuka pada 20 Januari 2014 ini merupakan pabrik kedua, sedangkan pabrik pertama ada di wilayah Cicurug, Jawa Barat, dibangun pada tahun 1997. Istimewanya biaya berkunjung ke pabrik Yakult gratis alias tidak dipungut biaya. Disediakan bis dari perusahaan untuk menjemput dan mengantarkan kembali ke lokasi awal penjemputan.
Kunjungan semacam ini telah dilaksanakan di berbagai lokasi, seperti di pabrik Yakult Mojokerto dan Sukabumi, serta seringkali bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat. (nov)









