UMKM Jadi Fokus Utama Rakernas IMA 2025 di Surabaya

oleh -418 Dilihat
(Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Indonesia Marketing Association (IMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Surabaya pada 5–7 Desember. Agenda tahun ini menempatkan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fokus utama, mengingat perannya yang dominan dalam struktur ekonomi Indonesia.

“UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi 61 persen terhadap PDB serta menyerap lebih dari 117 juta tenaga kerja. Namun, sektor ini masih menghadapi kendala klasik seperti permodalan, pemasaran, regulasi, dan pemanfaatan teknologi,” kata President IMA, Suparno Djasmin saat membuka Rakernas di Four Points Hotel Tunjungan, Sabtu (6/12/2025).

IMA, kata Suparno, dalam tiga tahun terakhir aktif mendorong penguatan UMKM melalui program UMKM & Tourism Award. Lebih dari 1.800 UMKM dari 103 chapter telah menjalani proses kurasi dan pembinaan. Dari jumlah itu, 20 finalis mengikuti pendampingan intensif, dan enam pemenang terbaik akan diumumkan dalam Rakernas.

Dukungan juga mengalir dari pemerintah pusat. Asisten Deputi Perluasan Pasar Kementerian UMKM, Harun Adama Sume, menyebut penguatan UMKM menjadi prioritas menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2025. Pemerintah tengah memperbaiki ekosistem usaha mulai dari akses pembiayaan — termasuk KUR tanpa agunan hingga Rp100 juta — peningkatan kapasitas SDM, sertifikasi standar global, hingga ekspansi pasar dalam dan luar negeri.

Harun juga memaparkan kehadiran Super Apps Sapa UMKM, platform terpadu untuk validasi data dan berbagai layanan usaha. Aplikasi ini memungkinkan pelaku UMKM mengakses pembiayaan, pendampingan, hingga integrasi lintas sektor dalam satu pintu. Pemerintah turut mendorong model ekosistem holding UMKM berbasis klaster yang menghubungkan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai produksi yang lebih kuat.

Baca Juga :  Isuzu Sumbang 1 Unit Isuzu Giga FVR34 Kepada BBPLK Untuk Sarana Praktikum

“Potensi besar sektor pariwisata yang sepanjang 2024 mencatat 25,01 juta perjalanan wisata. Peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index juga naik ke posisi 22 dunia, membuka peluang UMKM berkembang di sektor kuliner, transportasi, budaya, dan ekonomi kreatif,” kata Harun.

Ia mengingatkan perlunya proteksi pasar dari banjir produk impor murah, termasuk hijab yang dijual Rp2.000–Rp3.000 di marketplace. Harga itu jauh di bawah biaya produksi UMKM lokal yang mencapai Rp7.000.

“Pemerintah juga telah meminta platform e-commerce menata ulang kebijakan impor agar pelaku usaha dalam negeri mendapat ruang yang adil,” imbuhnya.

Rakernas IMA 2025 juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman, penilaian akhir UMKM terbaik, serta pameran produk terkurasi dari berbagai daerah. IMA menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menjadikan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional di tengah dinamika global yang makin kompetitif.(FRI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News