UIN Sunan Ampel Audiensi dengan Bupati Bondowoso, Ini Poinnya

oleh -345 views

 

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO – Demi membangun sinergitas dan mendukung percepatan pembangunan Pemkab Bondowoso, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya mengajukan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Pengajuan kerjasama tersebut diawali dengan audiensi antara Staf Ahli Rektor UIN Sunan Ampel, Dr. Moh. Syaiful Bahar, dengan Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin, yang digelar di peringgitan Bupati, Rabu (15/09/2021). Ada sejumlah poin yang diajukan.

Bentuk kerja sama yang ditawarkan antara lain KKN partisipatif, penelitian, pendampingan masyarakat, kerjasama program pengentasan kemiskinan, program Desa Wisata Halal, pendampingan wawasan Islam Washatiyah dan wawasan kebangsaan bagi pelajar.

Selain itu, UIN Surabaya juga mengajukan kerjasama dalam hal pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas, penguatan pemerintahan desa berbasis komunitas dan pesantren.

Bupati Salwa menyambut baik pengajuan kerjasama tersebut. Naum kata dia, tawaran kerjasama masih belum rinci sehingga pihaknya akan mempelajari poin-poin yang diajukan.

“Banyak sektor yang dibutuhkan. Mungkin kemiskinan sangat perlu sekali, termasuk wisata dan pembinaan karakter. Karena basis mereka dari pendidikan keagamaan. Nyambung dengan program Diknas yang terakhir yakni literasi Al Quran,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli sekaligus Juru Bicara Rektor UIN Sunan Ampel, Dr. Moh. Syaiful Bahar mengatakan UIN ingin memberikan kontribusi terutama dalam bentuk analisis dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita memiliki sumber dayanya di kampus. Dan kami lanjutkan pembahasan dengan beberapa OPD terkait,” paparnya.

Komitmen kontribusi akan diimplementasikan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa. Sekaligus penerapan pendidikan karakter para siswa di Bondowoso sesuai dengan permintaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

” Agar kami dari UIN bisa membuat format pendidikan karakter terbaik dengan data kondisi riil di Bondowoso,” tambahnya.

Adapun pengentasan kemiskinan, Bahar menyebut masyarakat Bondowoso yang memiliki latar budaya, maka lebih tepat melihatnya dari sudut pandang kemiskinan kultural dari pada kemiskinan struktural.

” Saya kira semua program yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso itu menempatkan perspektif kemiskinan struktural,” imbuhnya.

Sehingga pihaknya menawarkan upaya pengentasan kemiskinan dari sudut pandang kultural yang diharapkan dapat mengentaskan angka kemiskinan di Bondowoso melalui program-program pemerintah. kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.