Tuan Rumah PIT POGI ke 24, Jadikan Surabaya Sebagai Wisata Kesehatan

oleh

Dr.dr. Brahmana Askandar, SpOG ( K ) dan dr. Poedjo Hartono, SpOG ( K ) memaparkan serangkaian kegiatan PIT POGI di Surabaya Yang akan berlangsung di Hotel Shangrila 4 – 10 Juli 2019.

 

SURABAYA, kilasjatim.com:
Tenaga medis diharapkan mampu mempertahankan profesionalitas serta memperbarui ilmu pengetahuan di bidang kedokteran, terutama di era jaminan kesehatan nasional saat ini. Untuk meningkatkan kompetensinya, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) akan menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang ke-24 dan akan dilaksanakan pada 4-10 Juli 2019 di Surabaya.

Dr. Brahmana Askandar Ketua Bidang Organisasi POGI mengatakan, kesempatan ini akan digunakan sebaik mungkin bagi tim panitia dari Surabaya yang sekaligus tuan rumah untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Goal dari kegiatan ini adalah upaya mencegah masyarakat berduit maupun yang super berduit untuk berobat ke luar negeri jika hanya sekedar untuk menjalani operasi miom dan lain sebagainya. karena dokter disini sudah cukup mumpuni demikian pula tehnologi yang digunakan,” kata Brahmana, di Kantor IDI Surabaya Jumat (21/06/2019).

Ditegaskan pula sebagai ketua IDI Surabaya pihaknya berharap ke depan masyarakat akan merubah imej dengan kembali berobat ke Indonesia.
Sejak beberapa tahun terakhir sudah dilakukan mempertahankan bagaimana meningkatkan tim working untuk.meningkatkan kualitas layanan dan tidak hanya ada pada peningkatan kualitas dokternya melainkan semua unsur seperti rumah sakit, dan lainnya.

“Persatuan Obstretri dan Ginekologi Indonesia (POGI) khususnya terus mengikuti perkembangan dunia dan kami berkeyakinan lama lama.masyarakat akan kembali berobat ke Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu acara Pertemuan Ilmiah (PIT) POGI ini juga akan memasukkan bahasan khusus angka kematian Ibu dalam pertemuan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) dari seluruh Indonesia. Danakan ada pemberian award atau penghargaan kepada daerah-daerah di Indonesia yang memiliki angka penurunan kematian ibu cukup baik.

“Surabaya, penurunan angka kematian ibu juga ada satgas penakib atau penurunan angka kematian ibu dan itu bekerjasama dengan stakeholderterkait dan capaiannya cukup bagus,” jelasnya.

Ia mengatakan, angka kematian ibu disebabkan oleh banyak faktor, sehingga penanganannya terbilang kompleks. Ia menyebut, meskipun dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Spog) bertanggungjawab, ada faktor lain seperti puskesmas, bidan, pengetahuan masyarakat, hingga infrastruktur yang turut berpengaruh.

“Harus berkoordinasi dengan banyak pihak. Itu akan jadi bahasan utama,” imbuhnya didampingi
dr. Poedjo Hartono, SpOG ( K )

Di ajang ini pula dr Pujo berkeinginan menjadikan Surabaya sebagai wisata kesehatan. Berharap masyarakat yang ada di Indonesia Timur menjadikan Surabaya sebagai jujugan untuk berbisnis sekaligus untuk wisata kesehatan.

“Mereka ke Surabaya tidak sekedar belanja tetapi juga belanja dan memeriksakan kesehatannya seperti general check up dan lain lain. karena di Surabaya peralatan kesehatan yang dimiliki sudah super canggih,” imbuh dr Pujo.

Sementara itu pemberian PAKI (Penurunan Angka Kematian Ibu) Award yang akan digelar POGI dalam PIT POGI ke-24 Surabaya akan menjadi yang pertama kalinya diberikan dalam ajang tahunan Dokter Spog se-Indonesia. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *