KILASJATIM.COM, Surabaya — Di tengah arus cepat perubahan treCn kecantikan global, teknik pewarnaan rambut balayage natural terus membuktikan diri sebagai gaya yang tidak lekang oleh waktu. Dari Paris, Seoul, hingga New York, teknik ini menjadi pilihan utama di berbagai panggung mode dunia. Di Indonesia sendiri, termasuk di Surabaya, balayage natural tetap bertahan sebagai teknik pewarnaan favorit yang elegan dan praktis.
Hendy, hairstylist senior sekaligus pemilik Hendy Salon Surabaya, menyebut balayage natural sebagai teknik pewarnaan yang tak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri jangka panjang.
Saat ditemui di salonnya pada Sabtu (28/06/2025), ia menjelaskan bahwa balayage menciptakan efek gradasi warna yang sangat halus, seolah-olah rambut terkena cahaya matahari secara alami. Teknik ini menjauh dari kesan warna yang mencolok dan lebih menekankan keindahan yang subtil, yang cocok dengan karakter perempuan masa kini: anggun, modern, namun tetap sederhana.
Warna-warna yang banyak digunakan dalam teknik ini antara lain cokelat karamel, hazelnut, beige lembut, dan ash brown. Nuansa ini tidak hanya disukai karena kesan kalemnya, tetapi juga karena mampu menyesuaikan dengan berbagai warna kulit khas Asia. Hasil akhirnya membuat rambut tampak lebih berdimensi dan hidup, menciptakan ilusi volume yang lembut tanpa terlihat berlebihan.
Dalam konteks global, balayage telah menjadi simbol gaya hidup yang “effortless yet polished.” Banyak selebriti dan fashion influencer dunia memilih teknik ini untuk mendapatkan tampilan yang terkesan alami namun tetap stylish. Hailey Bieber, Gigi Hadid, hingga sejumlah aktris Korea Selatan kerap tampil dengan balayage lembut dalam balutan gaya minimalis yang elegan.
Hal inilah yang menurut Hendy juga memengaruhi preferensi klien di Indonesia, terutama kalangan urban yang banyak terinspirasi dari media sosial dan tren internasional.
“Yang menjadikan balayage semakin digemari adalah sifatnya yang low maintenance. Karena teknik pewarnaan tidak dimulai dari akar rambut, pertumbuhan rambut baru tidak terlihat mencolok. Dengan demikian, pemilik rambut tidak perlu melakukan touch-up terlalu sering. Ini menjadi keunggulan tersendiri, terutama bagi mereka yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk perawatan rutin di salon,” jelas Hendy
Tren ini juga sejalan dengan perubahan gaya hidup perempuan Indonesia masa kini yang lebih dinamis dan aktif. Banyak klien Hendy yang datang dari latar belakang profesional muda, ibu rumah tangga modern, hingga remaja yang ingin tampil kekinian namun tetap elegan. Mereka memilih balayage sebagai solusi praktis untuk tampil menawan dalam berbagai suasana, baik formal maupun kasual.
Meski telah dikenal luas, teknik balayage terus berevolusi. Berbagai variasi seperti baby balayage, reverse balayage, hingga foilyage mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan personalisasi setiap individu. Hendy dan timnya pun secara rutin mengikuti pelatihan internasional agar selalu bisa menghadirkan layanan terbaik yang sesuai dengan standar dan inovasi global.
“Balayage bukan sekadar tren, melainkan gaya pewarnaan yang merepresentasikan karakter perempuan modern — tampil apa adanya, percaya diri, dan menghargai keindahan alami,” ujar Hendy menutup perbincangan.
Dengan teknik yang terus berkembang, inspirasi warna dari panggung mode internasional, dan adaptasi lokal yang cermat, balayage natural tidak hanya akan tetap relevan, tapi juga semakin kuat sebagai simbol kecantikan rambut yang universal dan tak lekang oleh waktu. (FRI)









