Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah, BEI Gelar Sharia Investment Week 2021

oleh

 

Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin sebagai keynote speakeraara Sharia Investment Week 2021 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual Kamis (11/11/2021)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Seiring dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, pasar modal syariah menunjukkan peranannya dengan mencatatkan kinerja pertumbuhannya yang signifikan.

Investor saham syariah Indonesia mencetak milestone terbaru, yaitu berupa pencapaian 102.426 investor yang meningkat 734 persen dalam lima tahun terakhir, dengan tingkat keaktifan mencapai 30,7 persen.

Direktur Pengembangan BEI selaku Ketua Pelaksana SIW 2021 Hasan Fauzi merasa yakin dengan upaya, kerja keras dan dukungan dari banyak pihak depannya pasar modal syariah akan semakin maju.

“Semoga SIW 2021 ini dapat menjadi ajang bagi para peserta serta investor syariah, baik pemula maupun investor aktif, untuk lebih memahami pasar
modal syariah sekaligus bisa menyebarkan semangat untuk berinvestasi melalui pasar modal syariah di Indonesia,” ujar Hasan Fauzi.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida menyampaikan sebagaimana diketahui, Indonesia dipercaya memegang posisi presidensi di G-20 tahun 2022. Tema yang akan diusung adalah “Recover Together, Recover Stronger”.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, saya berharap pasar modal syariah juga dapat berperan dalam mendukung agenda yang diusung G-20, yang salah satunya adalah terkait Sustainable Finance. Sebetulnya agenda tersebut bukan hal yang baru di pasar modal syariah. Hal ini sudah terdapat pada roadmap pasar modal syariah 2020-2024. Salah satu program pengembangan produk syariah yaitu Pengembangan Produk Pasar Modal Syariah Berbasis Socially Responsible Investment,” jelasnya panjang lebar.

Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin sebagai keynote speaker menyampaikan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang sekaligus tantangan bagi kemajuan ekonomi dan keuangan syariah ke depan. Inovasi berbasis digital dan perluasan digitalisasai layanan yang terintegrasi keberbagai sektor menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini, tidak hanya untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat tapi juga untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan investasi syariah.

” Pengembangan teknologi digital juga
harus didukung oleh kualitas SDM yang adaptif, mandiri, produktif serta berdaya saing. Saya berharap seluruh pihak dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah khususnya pasar modal syariah,” pungkasnya..

Data per Oktober 2021 menunjukkan bahwa komposisi pasar saham syariah di Indonesia masih cukup dominan, dengan jumlah saham syariah mencapai 56,9 persen dari total saham yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 45,6 persen dari total
kapitalisasi pasar saham. Nilai rata-rata transaksi harian perdagangan saham syariah berkontribusi sebesar
52,6 persen, frekuensi transaksi sebesar 58,1 persen, dan volume transaksi sebanyak 47,2 persen.

Selain itu, BEI kembali meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market dari ajang Global
Islamic Finance Awards (GIFA) 2021. Ini merupakan kali ketiga BEI dinobatkan sebagai The Best Islamic
Capital Market dan mengukuhkan posisi pasar modal syariah Indonesia di mata internasional. Sejalan dengan pencapaian tersebut, sekaligus untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap pasar modal syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan acara Sharia Investment Week (SIW) 2021 secara virtual. SIW 2021 akan diselenggarakan selama 3 hari pada 11 sampai dengan 13 November 2021 melalui laman web www.shariainvestmentweek.com

Acara ini merupakan bagian dari Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. SIW 2021 yang ditargetkan untuk dihadiri oleh kurang lebih 10.000 peserta ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para stakeholders di pasar modal syariah, serta penguatan branding dari pasar modal syariah Indonesia sebagai salah satu motor penggerak dari pasar
modal guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *