KILASJATIM.COM, Surabaya – Tren skor imbang masih memayungi Persebaya Surabaya dalam tiga laga terakhir Super League 2025–2026. Jelang duel PSM, tim kebanggaan arek Suroboyo bertekad meraih tiga poin untuk akhiri puasa kemenangan.
Situasi itu membuat duel tunda pekan keempat kontra PSM Makassar pada 6 Desember 2025 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, menjadi laga penting bagi tim asuhan caretaker Uston Nawawi.
Persebaya saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan 17 poin—sama dengan Arema FC dan Bali United yang berada tepat di bawah mereka. Bajul Ijo hanya unggul selisih gol sehingga posisi mereka belum aman.
Tiga poin di Parepare bakal menggeser PSM Makassar yang saat ini bertengger di posisi kedelapan dengan 18 poin.
Setelah para pemain diliburkan dua hari, Uston mulai mematangkan persiapan tim dan menjadwalkan pertemuan evaluasi.
“Kami mempersiapkan diri dan berjuang sekeras mungkin untuk mendapatkan poin. Evaluasi sudah disiapkan dan akan dibahas bersama pemain,” kata Uston melalui keterangan resmi I.League.id, Jumat (5/12/2025).
PSM datang dengan modal positif usai meraih tiga kemenangan beruntun bersama pelatih baru Tomas Trucha. Mereka menundukkan Dewa United, PSBS Biak, dan Persis Solo—sebuah tren yang jelas menjadi alarm bagi Persebaya.
Uston mengakui peningkatan performa lawan, tetapi tetap menegaskan timnya punya peluang mencuri poin maksimal.
“PSM dengan pelatih baru ini selalu menang dalam tiga laga. Memang kami belum menang, tapi kami akan berdiskusi dengan pemain. Intinya, tak ada tim yang tidak bisa dikalahkan,” ujarnya.
Pertandingan ini juga menjadi ujian tersendiri bagi Uston Nawawi yang baru diangkat sebagai pelatih interim menggantikan Eduardo Perez Moran. Tekanan berada pada pihak Persebaya yang harus mematahkan tren positif tuan rumah sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Hasil positif bukan hanya mengakhiri paceklik kemenangan, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan Bajul Ijo di era baru pasca-kepergian pelatih utama mereka.(cit)









