Tertarik Sejarah Proklamator di Surabaya, Elnathan Hamonangan Raih Juara di Ajang Peneliti Belia Tingkat Nasional

oleh -213 Dilihat

KILASJATIM. COM, Surabaya – Nama Elnathan Hamonangan Parasian Manalu (15 th) mendadak jadi topik pembicaraan. Remaja yang masih berstatus pelajar kelas X di SMA Negeri 16 Surabaya tertarik meneliti rumah kelahiran Ir. Soekarno atau Bung Karno, Sang Proklamator yang terletak di kawasan Peneleh Surabaya.

Dari ketertarikannya twesebut dia tuangkan dalam tulisan dan diikutkan dalam Lomba Peneliti Belia (LPB) yang diadakan oleh CYS yaitu Center for Young Scientist yang diadakan di Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta pada 30 November 2023.

Elnathan pun bersaing dengan sekitar 250 peserta dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Ketertarikan Elnathan diawali saat dia membaca berita pada 6 Mei 2023 silam, Eri Cahyadi, walikota Surabaya meresmikan sebuah rumah kecil di Jalan Pandean IV/40, Peneleh, Surabaya sebagai rumah tempat kelahiran Bung Karno.

“Saya penasaran dan ingin mengunjungi rumah tersebut. Tepat pada hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2023, bersama keluarga datang berkunjung ke rumah itu.
Namun ketika saya membagikan foto dan caption tentang rumah tersebut, beberapa anggota keluarga yang berusia 40 tahun ke atas terkejut, sebab selama ini mereka mengetahui kelahiran Bung Karno adalah di Blitar, bukan Surabaya,” kata Elnathan.

Karena penasaran, mulailah ia meneliti akan fakta-fakta sejarah tentang hal tersebut. Dan Elnathan yang masih berstatus siswa di SMA Negeri 16, Surabaya menemukan adanya fakta bahwa data pribadi tempat kelahiran Bung Karno dengan sengaja dikaburkan karena alasan politis, ketika di era Orde Baru. Tempat kelahiran di Blitar ini bukan saja tertulis di buku biografi dan literatur, namun juga di buku pelajaran sekolah yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan.

Pada pidatonya di Blitar saat memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2015, presiden Joko Widodo menyebut bahwa Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur. Penulis pidato Presiden Jokowi pada saat itu, akhirnya mengakui kesalahannya. Ia mengatakan, telah menggunakan situs Tropenmuseum.nl yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Hal ini tercatat beritanya di harian Kompas.

Menurut Elnathan, setiap orang berhak untuk diluruskan kebenaran akan data personalnya, terlebih lagi Bung Karno, seorang bapak pendiri bangsa, seorang proklamator. Meluruskan kesalahan yang telah sangat lama terjadi, adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap pahlawan bangsa ini.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada walikota Eri Cahyadi, namun saran dalam penelitiannya, ia mengusulkan agar rumah tersebut diresmikan oleh presiden saat ini yaitu pak Jokowi, pada salah satu momen bersejarah.
Putera tunggal dari Andreas Manalu dan Intan Tetty Siringoringo itu juga menyarankan publikasi yang massif dan efektif melalui berbagai media oleh pemerintah kota Surabaya, agar rumah tersebut dapat menjadi destinasi wisata sejarah.

Metodologi penelitian yang ia gunakan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Guru pembimbing penelitian ini adalah guru sejarah bernama Muhamad Fikri Nur Rizal. Ketika penutupan lomba, Ketua CYS, ibu Monika Raharti, Ph.D. mengatakan bahwa para pemenang di tingkat nasional berhak untuk maju ke tingkat internasional di bulan Januari 2024. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.