Tasyakuran PCNU Bondowoso dan PKB Sambut Penetapan Syaikhona Kholil, Gus Dur, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional

oleh -616 Dilihat

Ketiga tokoh yang ditetapkan tersebut adalah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh legendaris Marsinah.

Acara tasyakuran yang berlangsung pada Jumat malam (14/11/2025) tersebut digelar dengan khidmat dan dipenuhi rasa syukur. Lokasi kegiatan tampak dipadati oleh para kiai, pimpinan lembaga dan badan otonom NU, tokoh masyarakat, serta kader militan NU dan PKB.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Bondowoso, KH Abd Qodir Syam, menegaskan bahwa penetapan ketiga tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional merupakan momen yang sangat penting, tidak hanya bagi warga Nahdliyin tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurut KH Abd Qodir Syam, ketiganya memiliki kontribusi yang tidak ternilai dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa.

“Syukur ini adalah bentuk rasa bangga kita karena negara memberikan penghargaan tertinggi kepada Syaikhona Kholil sebagai guru para ulama Nusantara, Gus Dur sebagai bapak pluralisme dan demokrasi, serta Marsinah sebagai simbol keberanian memperjuangkan ha-hak buruh,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa kontribusi mereka mencakup bidang keulamaan, perjuangan kemanusiaan, dan keadilan sosial, yang harus terus diteladani oleh generasi penerus.

Inspirasi Perjuangan Politik Kebangsaan

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut bahwa penetapan ini adalah pengakuan negara atas jasa-jasa para tokoh.

“Ketiga tokoh ini adalah inspirasi bagi perjuangan politik kebangsaan yang menghargai kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” ujar Ahmad Dhafir. Penetapan ini, lanjutnya, semakin memperkuat landasan ideologis PKB sebagai partai yang lahir dari rahim NU dan berpihak pada nilai-nilai kerakyatan.

Baca Juga :  Curanmor Beruntun Hantui Bondowoso, Motor Warga Raib di Kantor PCNU

Puncak kegiatan tasyakuran diisi dengan serangkaian acara yang mendalam, meliputi pembacaan tahlil, doa bersama, serta refleksi perjuangan dari ketiga tokoh yang baru ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Acara juga menyampaikan pesan moral penting agar generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) terus meneladani nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang telah ditinggalkan oleh Syaikhona Kholil, Gus Dur, dan Marsinah.

“Semoga dengan tasyakuran ini, semangat perjuangan para Pahlawan Nasional dapat kita rawat dan kita wujudkan dalam kerja-kerja sosial keumatan,” tutup KH Abd Qodir Syam.(wan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.