Tahun 2024, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sidoarjo Diprediksi Naik

oleh -821 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sidoarjo selama semester pertama tahun 2024 ini masih kerap terjadi. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sidoarjo mencatat sedikitnya ada 35 kasus yang dilaporkan.

Kepala UPTD PPA Sidoarjo, Prastiwi Trijanti, menuturkan bahwa jumlah tersebut merupakan keseluruhan kasus yang dilaporkan ke pihaknya yang kini sudah ditangani. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah ini masih setengahnya.

“Tahun lalu ada 71 kasus dan jumlahnya hampir setengahnya,” jelasnya pada Selasa (9/7).

Dari sekian jumlah kasus, ia mencontohkan ada seorang ibu yang mendatangi kantor PPA untuk melakukan konsultasi, baik untuk konseling maupun tindakan hukum jika memang diperlukan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa sebagian kasus KDRT dilatarbelakangi faktor ekonomi yang tidak baik, sehingga merembet pada tindak kekerasan. Lalu sebagian lainnya disebabkan hal sepele seperti perbedaan pendapat dan antar kedua belah pihak yang tidak ada yang mau menurunkan ego masing-masing.

“Sebagian mungkin karena perbedaan pendapat, lalu ada yang tidak mau mengalah, itu juga ada, tapi dominan karena faktor ekonomi,” urainya.

Meski sebagian besar kasus yang terjadi akhirnya berakhir di meja mediasi, Trijanti juga mengakui bahwa sebagian lainnya harus selesai lewat jalur hukum melalui Pengadilan Agama.

“Ada sekitar 40 sampai 50 persen yang diselesaikan dengan mediasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Ritz Noor Widiyastutik Antarlina, memprediksi bahwa bulan Juni hingga Agustus ini akan ada peningkatan laporan KDRT.

Prediksi ini berdasarkan salah satu faktor utama penyebab KDRT, yakni faktor ekonomi. Yang mana dalam kurun waktu tersebut merupakan masa ketika anak-anak mendaftar sekolah dengan biaya yang sedikit, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada ekonomi keluarga karena adanya pengeluaran yang signifikan.

Baca Juga :  Semarak Hari Jadi Kota Surabaya ke-730, Pemkot Gelar Rangkaian Event Berskala Nasional

“Ada waktunya, kalau tiga bulan ini faktor ekonomi akibat anak sekolah jadi hal yang paling banyak membuat konflik di rumah tangga bahkan berujung KDRT,” tandasnya. (yun)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.