Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Surabaya Gelar Simulasi Penanganan Bencana di 26 Titik

oleh -85 Dilihat
(Foto: Ist-BPBD Surabaya/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar simulasi penanganan kedaruratan di 26 titik lokasi sebagai antisipasi serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon jajaran Pemkot dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Petugas gabungan saat melakukan latihan simulasi tanggap bencana. (Foto: Humas-BPBD/kilasjatim)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menjelaskan simulasi tersebut mencakup berbagai jenis kejadian yang biasa muncul saat hujan deras melanda kota. Dari 26 lokasi, terdapat 11 titik genangan yang menyebabkan kemacetan, 11 titik pohon tumbang, 3 atap rumah roboh, dan 1 titik luapan sungai.

“Simulasi ini melibatkan 12 kecamatan. Skenarionya dimulai dari informasi BMKG tentang awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan deras. Dari situ, tim diaktifkan melalui Command Center 112 untuk melakukan penanganan di berbagai titik,” jelas Linda dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (28/10/2025).

Beberapa lokasi yang dijadikan titik simulasi di antaranya Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo untuk penanganan genangan dan kemacetan, serta Jalan Mayjen Sungkono depan TMP, Kecamatan Dukuh Pakis untuk simulasi penanganan pohon tumbang.

Latihan yang tidak hanya menguji kecepatan petugas di lapangan, tetapi juga memperjelas peran setiap perangkat daerah (PD) saat terjadi situasi darurat.

“Simulasi ini membantu jajaran Pemkot memahami siapa harus melakukan apa. Misalnya, ketika ada luapan sungai di Simomulyo, maka sudah jelas instansi mana yang turun: Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, BPBD menyiapkan sejumlah peralatan tanggap darurat seperti chainsaw (gergaji mesin), generator pompa air, hingga kendaraan skywalker milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

Linda menambahkan, latihan semacam ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi bencana pada musim penghujan.

Baca Juga :  Hujan Mulai Mengguyur, Surabaya Kebut Normalisasi Saluran Utama

“Desember tahun lalu, Surabaya sempat dilanda cuaca ekstrem. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh petugas tahu apa yang harus dilakukan ketika kedaruratan benar-benar terjadi,” pungkasnya.(cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.