‘Stimulan Jamban’ Signifikan Tekan Jumlah Balita Stunting Di Ponorogo

oleh -922 views
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini.

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Program stimulan pembangunan jamban di Kabupaten Ponorogo dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting (lambat tumbuh) balita di Ponorogo. Hal ini karena program ‘jambanisasi’ mampu menekan penularan penyakit karena sanitasi lingkungan yang buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini di kantornya, Senin (2/3/3030) mengatakan, pada awal 2020 angka stunting balita (anak berusia di bawah lima tahun) tercatat tinggal 17,26 persen dari sekitar 50 ribu sampai 60 ribu balita yang ada. Angka ini menurun sangat jauh dibanding saat program stimulan pembangunan jamban dilaksanakan pada 2015.

“Saat itu (2015) angka stunting kita adalah 37 persen (dari 50 ribu-60 ribu balita). Sekarang sudah turun sangat jauh. Ini karena stunting dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk faktor asupan gizi dan penularan penyakit berbasis sanitasi dan lingkungan yang buruk seperti diare,” jelas wanita yang akrab disapa Irine ini.

Untuk menekan penularan penyakit berbasis sanitasi lingkungan, termasuk kepada balita, maka Pemkab Ponorogo melahirkan program stimulan pembangunan jamban. Pada 2015, program ini menyentuh 1.313 kepala keluarga (KK). Di 2016, program ini menyasar 1.652 KK. Tahun 2017, program ini vakum. Namun, di 2018 dan 2019 program ini merambah 4.435 KK dan 4.000 KK.

BACA JUGA: Masuk Ponorogo, Bisnis Minimarket Harus Terima Kritik Pemkab    

Program ini menurunkan angka OD atau Open Defecation alias buang air besar sembarangan dari sekitar 57.577 KK di tahun 2015 menjadi 14.631 KK pada akhir 2019. Dan, dari pantauan sistem pencatatan Kementerian Kesehatan RI pada awal Maret ini, jumlah KK di Ponorogo yang masih OD tinggal 12.776.

“Yang OD turun dari 57 ribuan ke 12 ribuan KK. Stuntingnya turun dari 37 persen ke 17-an persen. Jadi, program stimulan pembangunan jamban ini memberi dorongan yang sangat baik terhadap penurunan angka stunting balita di Ponorogo ini,” ulasnya.

Program stimulan pembangunan jamban juga membuat jumlah daerah yang bisa bebas dari buang air sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) di Ponorogo naik dalam angka yang berarti. Pada awal 2020 ini, dari 307 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Ponorogo, tinggal 74 desa saja yang belum ODF.

“Yang 233 desa di enam kecamatan sudah ODF, Kecamatan Ponorogo, Babadan, Jetis, Jambon, Jenangan, dan Siman. Di kecamatan lain mungkin ada yang tersisa dua atau tiga desanya saja yang belum ODF. Akan tetapi mereka terus kit dorong agar ODF. ODF penting dan jadi perhatian presiden agar di Indonesia tumbuh generasi yang unggul untuk menghadapi Indonesia maju di 2045 nanti,” urainya sambil menyatakan bahwa program stimulan jamban di Ponorogo dilanjutkan pada 2020 ini dengan target di 2020 ini Ponorogo bisa menjadi Kabupaten ODF.

BACA JUGA: Program Sembako Ponorogo 2020 Diterima 67.867 KPM    

Soal pelaksanaan program jamban, Irine menerangkan, Pemkab menerima data dari desa dan kemudian menyerahkan dana stimulan dari langsung Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuagan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ponorogo ke rekening desa. Hal itu bisa dilihat di Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), yaitu sebagai Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD).

“Bantuan langsung ke desa. Desa yang membelanjakan. Karena stimulan, maka pembangunan jamban bisa dilakukan oleh keluarga penerima bantuan, dibantu tetangga, warga sekitar dan lainnya secara gotong royong, swadaya,” jelasnya sambil menyatakan Dinkes Ponorogo tidak pernah mengelola dana stimulan tersebut.

Sosialisasi pentingnya ODF ini terus dilaksanakan. Dorongan dan edukasi terhadap masyarakat selalu diberikan oleh petugas sanitarian di lapangan. Bahkan, Dinkes sempat melatih beberapa tukang di kawasan yang terpapar program stimulan jamban menjadi para tukang dengan keterampilan khusus membangun jamban sehat. Jamban sehat adalah jamban yang tertutup dan bisa mencegah masuknya serangga dan hewan lain masuk ke septic tank yang ada. (kominfo/kj25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.