Standard Chartered Garap Pasar Surabaya Bidik Investasi Pasar Kelas Menengah

oleh -1.522 views

kiri ke kanan:  Diana Mudadalam, Country Head, Corporate Affairs, Standard Chartered Bank Indonesia, mendampingi Andrew Chia, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, bersama Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Meru Arumdalu, Head of Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia dan, Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia sesaat sebelums Wealth on Wealth (WOW) Standard Chartered, di  Surabaya,  Selasa (18/02/2020).

 

KILASJATIM.COM, Surabaya – Standard Chartered Bank melihat adanya potensi pasar yang besar di wilayah Surabaya Jawa Timur dalam pengembangan produk investasi tahun ini.

Head of Investment Advisory Standard Chartered, Ibrahim Sakti mengatakan Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta, begitu juga dengan konsentrasi nasabah Standard Chartered yang cukup banyak di Jawa Timur.

“Saya akui Surabaya sebagai second largest city merupakan pentrasi customer Standard Chartered, dan memang kalau kita lihat pertumbuhan nasabahnya dari tahun ke tahun tumbuh positif,” katanya saat seminar Wealth on Wealth (WOW) Standard Chartered, Selasa (18/2/2020).

Di Surabaya, perseroan berfokus pada segmen-segmen emerging aflluent atau masyarakat kelas menengah ke atas yang berusia 25 – 45 tahun yang memiliki pendapatan di atas rata-rata serta hidup di perkotaan yang sedang mengalami pertumbuhan pesat.

“Jadi kami mengejar segmen market yang memiliki saldo minimum Rp50 juta, dan memiliki pendapatan sekitar Rp20 juta – Rp25 juta per bulan,” katanya seraya menambahkan berdasarkan survei Standard Chartered secara global, dua dari lima orang atau 40% nasabah sudah menggunakan aplikasi mobile atau website untuk layanan investasi. Mereka, katanya, merupakan nasabah di rentang usia 25 tahun – 29 tahun.

“Generasi penerus usaha keluarga menjadi salah satu segmen yang kami sasar dalam menawarkan produk dan layanan wealth management sebagai respon kami terhadap tren peningkatan jumlah orang di kalangan menengah atas,” katanya.

Head of Investment Advisory Standard Chartered, Ibrahim Sakti saat menjelaskan potensi pasar di segmen generasi kedua kelas menengah ke atas dalam ajang Wealth on Wealth (WOW) Standard Chartered di Surabaya, Selasa (18/2/2020).

Laporan BGC mencatat ada 27.000 miliader di Indonesia dan jumlah itu
diprediksi akan mencapai 34.000 orang pada 2021. Sementara data Forbes mencatat jumlah harta 50 orang kaya di Indonesia secara total naik US$5,6 miliar tahun lalu. Standard Chartered Indonesia pun memprediksi kinerja di segmen priority banking ini bisa tumbuh 22% tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, CEO Standard Chartered, Andrew Chia menambahkan dengan peluang pasar yang besar, Standard Chartered pun menawarkan pilihan baru produk investasi, simpanan dan layanan kesehatan bagi nasabah di Surabaya.

“Untuk produk investasi, kami selaku agen penjual reksadana menawarkan produk reksadana Indeks BNP Paribas SRI-Kehati yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management yang mengarah pada lingkungan dan sosial
seusai dengan tren investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.

Head of Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia, Meru Arumdalu

Standard Chartered juga memperkenalkan pilihan baru produk simpanan premium, investasi
dan layanan terkait kesehatan berbasis digital bagi para nasabah setia Bank.
“Standard Chartered Bank Indonesia terus menawarkan jajaran produk keuangan dan layanan perbankan
yang inovatif.

Tahun ini Standard Chartered Bank Indonesia menawarkan pilihan baru simpanan premium yang sesuai dengan gaya hidup aktif konsumen Indonesia, dan pilihan baru produk investasi yang juga  memperhatikan prinsip-prinsip keberlangsungan lingkungan dan aspek sosial. Layanan terkait kesehatan
berbasis digital juga kami tawarkan sebagai bentuk apresiasi kami bagi para nasabah setia kami,” jelas
Andrew Chia.

Head of Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia, Meru Arumdalu menyatakan, ada peluang pasar yang besar di Indonesia untuk menyasar segmen menengah ke atas.

“Ketahanan ekonomi Indonesia di 2019 ditambah proyeksi ekononomi yang relatif stabil di 2020 membuat kami yakin menyasar segmen nasabah potensial di Indonesia, khususnya mereka yang merupakan penerus usaha atau kekayaaan keluarga dari generasi sebelumnya,” papar Meru Arumdalu. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.