SRO Berhasil Tarik Minat Go Public di Surabaya

oleh -1.323 views

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pasar Modal Indonesia berhasil mencatatkan 76 Perusahaan baru di bursa saham. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 22,27 persen total Fund Raised Initial Public Offering, yaitu sebesar Rp150,3 triliun pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp123,6 triliun.

Pada tahun 2019, survey menunjukan inklusi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, sampai dengan 31 Januari 2020 jumlah investor di Indonesia masih sekitar 1.117.025 SID atau hanya 0,45% populasi Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana menyampaikan
peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat Perusahaan-perusahaan masih tinggi untuk mencari alternatif pendanaan di pasar modal. Bertujuan mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan, khususnya di Provinsi Jawa Timur, untuk lebih maju dan berkembang dengan menjadi Perusahaan.

“Berdasarkan data yang dikeluarkan KSEI, jumlah investor di Provinsi Jawa Timur berjumlah sekitar 139.187 SID atau 0,35% dari total penduduk di Provinsi Jawa Timur sebanyak 40 juta orang. Selain itu, Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan GDP regional sebesar 5,52 persen yang berada di atas pertumbuhan GDP Nasional pada tingkat 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk dapat berkembang dalam bidang ekonomi, dan pasar modal, pada khususnya,” kata Dewi Sriana di acara Business Owner Workshop 2020: “Suksesi Perusahaan Keluarga melalui IPO”, Kamis (27/2) di Hotel Kampi Surabaya.

Acara diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) .

Kegiatan semacam ini kerap diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Untuk kegiatan di Surabaya hasil kolaborasi dengan lima komunitas Tionghoa di Surabaya, yaitu Organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Generasi Muda Indonesia Tionghoa Jawa Timur (Gema Inti), Komunitas Billionnaire Mindset Jawa Timur, dan Muda Mudi Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HAKKA) Surabaya.

Dari penyelenggaraan workshop tersebut diharapkan akan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk dapat melakukan pendanaan di pasar modal dan menjadi pilihan produk bagi investor dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, melalui go public, perusahaan dapat berkembang menjadi lebih besar dan dipandang lebih professional, transparan, dan akuntabel. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.