SMP Negeri Bukan Lagi Mimpi! Ribuan Siswa Pra-sejahtera di Surabaya Punya Akses Khusus

oleh -981 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Dinas Pendidikan Kota Surabaya siapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025/2026 khusus bagi calon siswa dari keluarga pra-sejahtera atau pramiskin.

Jalur khusus sisa dari keluarga pra-sejahtera ini nantinya bisa mendaftar di tiga jalur pendaftaran yang yang bisa dimanfaatkan sekaligus, yakni jalur afirmasi, domisili, dan prestasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Surabaya, Putri Aisyah Mahanani, mengungkapkan bahwa jumlah lulusan SD tahun ini di Surabaya mencapai sekitar 38 ribu siswa. Dari jumlah itu, sebanyak 5.637 siswa terdata sebagai keluarga pramiskin berdasarkan verifikasi Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.

“Data 5.637 siswa pramiskin ini berasal dari siswa kelas 6 SD yang telah diverifikasi sebagai penerima program bantuan sosial,” ujar Putri saat dikonfirmasi, Rabu (21/5/2025).

Siswa pramiskin tersebut memiliki peluang besar untuk diterima di sekolah negeri karena bisa mendaftar melalui tiga jalur sekaligus.

“Jika siswa memiliki prestasi, mereka bisa terlebih dahulu mencoba melalui jalur prestasi. Jika belum berhasil, masih ada jalur afirmasi dan domisili,” jelasnya.

Putri juga menegaskan bahwa siswa pramiskin yang diterima di sekolah swasta tidak akan ditinggalkan oleh Pemkot Surabaya. Mereka tetap akan mendapat intervensi, seperti bantuan seragam dan fasilitas pendukung lainnya, agar tidak ada kesenjangan antara siswa negeri dan swasta.

Ia juga menjelaskan bahwa siswa lulusan SD dari sekolah dalam Kota Surabaya dan memiliki Kartu Keluarga (KK) Surabaya dapat mengikuti semua jalur kecuali jalur mutasi.

Sedangkan lulusan dari luar kota yang memiliki KK Surabaya hanya bisa mendaftar lewat jalur afirmasi, domisili, dan prestasi lomba, namun tidak bisa melalui jalur prestasi rapor.

Baca Juga :  Satu Pasien Varian Covid - 19 XBB Dinyatakan Sembuh, Begini Langkah Dinkes Surabaya

“Sekolah luar kota dengan KK Surabaya tidak bisa mendaftar lewat jalur prestasi rapor karena nilai rapor yang digunakan harus berasal dari sekolah dalam kota,” imbuh Putri.

Adapun alokasi kuota penerimaan siswa baru tahun ini dibagi menjadi tiga yakni, jalur afirmasi sebesar 20%, jalur prerstasi 35% dan jalur domisili 40%.

Putri berharap siswa dari keluarga pramiskin bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar mendapat akses pendidikan yang setara.

“Harapan kami, siswa dari keluarga pra-sejahtera bisa memaksimalkan kesempatan pendaftaran melalui tiga jalur sekaligus,” harapnya. (cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.