Siswi SMP Dibully Tiga Hari Berturut-turut, Polisi Tangani Kasus

oleh -696 Dilihat

KILASJATIM.COM, MalangPeristiwa perundungan terhadap seorang siswi kelas 7 di Kota Malang menjadi viral di media sosial. Korban, berinisial F, diduga dihajar secara bergantian oleh lima temannya selama tiga hari berturut-turut di kawasan Jl. Sukun Gempol, Tanjungsari, Kecamatan Sukun. Aksi kekerasan itu menyebabkan F dan keluarganya mengalami trauma.

Bullying pertama terjadi pada Jumat (7/11/2025) sepulang sekolah, di area makam Gempol yang tak jauh dari rumah korban. Perundungan kembali terulang pada Sabtu (8/11/2025) dan Minggu (9/11/2025), bahkan yang terakhir terjadi tepat di depan rumah korban ketika orang tuanya sedang bekerja.

Menurut keterangan ibu korban, N, para pelaku memiliki pola yang sama setiap kali kejadian. F dijemput temannya dengan alasan diajak membeli kue, lalu dibawa ke lokasi lain dan dianiaya. Teman yang menjemput berganti-ganti, diduga agar rencana berjalan tanpa kecurigaan.

Pemicu perundungan diduga berawal dari persoalan sederhana. F yang merupakan bendahara kelas menagih uang kas kepada seorang teman sekelas berinisial D. Saat itu hadir rekan lain berinisial F, yang diduga salah memahami percakapan hingga memicu masalah pencemburuan.

“D memanggil anak saya dengan sebutan Beb. Padahal teman-temannya biasa memanggil seperti itu karena nama anak saya diplesetkan dari F ke Beb. Bukan panggilan sayang,” ujar N, Sabtu (15/11/2025). Kesalahpahaman itu kemudian diteruskan kepada J, yang disebut sebagai kekasih D, dan berujung pada pembullyan.

N mengungkapkan bahwa F sempat tidak bercerita setelah kejadian pertama. Pada kejadian kedua, barulah F mengadu telah dikeroyok oleh teman sekelas sekaligus tetangganya — berinisial J, C, M, F, dan Q.

N mengaku sempat menghubungi para pelaku dan meminta mereka berhenti melakukan kekerasan. Mereka berjanji tidak mengulangi tindakan tersebut. Namun keesokan harinya, pengeroyokan kembali terjadi dan berlangsung di depan rumah korban.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Pastikan 12 Orang Mahasiswa asal Jatim di Wuhan Dalam Kondisi Sehat dan Aman  

“Anak saya dipukul bergantian dari kepala, mata, pelipis, bahu, tangan sampai perut. Saya baru tahu lengkapnya setelah tetangga menunjukkan unggahan viral di medsos,” tutur N.

Kasus ini kini ditangani Polresta Malang Kota dan mendapat pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Tenaga Kesejahteraan Sosial dari Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang juga turut mendampingi proses pelaporan, visum, hingga penyembuhan trauma korban.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, turut hadir ke rumah korban dan menyatakan komitmen mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak diam ketika mengalami kekerasan.

“Kalau dibully, nyalakan kamera ponsel sebagai bukti. Jangan lewat jalan sepi, dan segera minta bantuan ke rumah warga terdekat,” ujarnya.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum terus berjalan sembari memberikan perlindungan kepada korban. Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali mengingatkan pentingnya peran lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak. (TQI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News