Sirkuit BMX Muncar Jadi Kawah Candradimuka Atlet Dunia, Lahirkan Juara dari Indonesia

oleh -928 Dilihat

Foto – Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Sirkuit BMX Muncar, Banyuwangi, kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan atlet balap sepeda BMX terbaik Indonesia. Sejak berdiri pada 2015, sirkuit ini telah melahirkan banyak atlet nasional hingga internasional yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.

Sejumlah nama besar seperti Toni Syarifudin, Elga Kharisma, Amellya Nur Sifa, Rio Akbar, hingga I Gusti Bagus Saputra pernah ditempa di lintasan yang kini menjadi ikon olahraga Banyuwangi tersebut. Sirkuit Muncar bahkan menjadi pusat pemusatan latihan atlet BMX nasional sejak awal berdirinya.

Pelatih Kepala Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo, menyebut Sirkuit BMX Muncar sebagai salah satu fondasi penting dalam perjalanan prestasi BMX Tanah Air. Ia menuturkan bahwa salah satu tonggak bersejarah terjadi setelah pemusatan latihan nasional digelar di Banyuwangi pada 2015.

“Kami membawa training camp nasional ke Banyuwangi tahun 2015 saat sirkuit masih sederhana. Dari sini Toni menjadi atlet BMX Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade Brasil,” ucap Dadang, Minggu (16/11/2025).

Tak hanya Toni, muncul pula nama Elga Kharisma, yang kini dikenal sebagai Ratu BMX Asia. Elga mencatat prestasi gemilang melalui raihan tiga medali emas SEA Games pada 2011, 2017, dan 2019. Sementara itu, Amellya Nur Sifa, atlet muda asal Indonesia, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih emas Asian Games 2022 — pencapaian tertinggi Indonesia di cabang BMX.

“Itu prestasi besar untuk Indonesia dan menjadi sejarah baru bagi BMX,” tambah Dadang.

Toni Syarifudin mengakui bahwa keberadaan Sirkuit BMX Muncar memiliki peran vital dalam menyiapkan atlet Indonesia menghadapi kompetisi dunia.

Baca Juga :  BI: Ekonomi Banyuwangi 2019 Tumbuh 5,86%  

“Trek ini sangat penting, terutama bagi generasi penerus. Dulu kami tidak punya fasilitas seperti ini, jadi kaget saat bertanding di luar negeri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Elga Kharisma. Sebelum ada trek Muncar, ia harus berlatih hingga ke luar negeri demi merasakan lintasan supercross standar dunia.

“Dulu saya pernah sekolah di Switzerland empat tahun. Kita harus ke sana supaya terbiasa dengan trek supercross. Setelah 2015 ada trek Muncar, kita tidak perlu ke luar negeri lagi. Trek ini bagus untuk generasi berikutnya,” ungkap Elga.

Amellya Nur Sifa pun menegaskan bahwa hadirnya sirkuit berstandar internasional membuat atlet-atlet muda lebih percaya diri bersaing di kejuaraan dunia. “Tinggal membiasakan dengan trek,” ujarnya. Amellya sendiri berhasil menjadi juara women elite pada dua putaran Banyuwangi BMX Supercross 2025.

Ditingkatkan Menjadi Trek Berstandar Olimpiade

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa syukur atas kontribusi besar Sirkuit BMX Muncar dalam membina atlet nasional. Ia mengungkapkan bahwa sirkuit tersebut kini telah ditingkatkan menjadi trek berstandar Olimpiade melalui dukungan Kementerian PUPR dan PB ISSI.

Selain memenuhi standar olimpiade, sirkuit Muncar kini juga menjadi salah satu trek terpanjang di dunia. Ipuk optimistis fasilitas tersebut akan menjadi “kawah candradimuka” bagi bibit-bibit unggul atlet nasional, khususnya dari Banyuwangi.

“Kehadiran sirkuit ini juga membuka peluang bagi Banyuwangi untuk menjadi tuan rumah kejuaraan BMX kelas dunia di masa depan,” kata Ipuk.(zul)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.