Sineas Muda Ditantang Bikin Film Berdurasi Pendek Angkat Tema Join The Fight Against Cancer

oleh

 

Adriyanto Wicaksono Dewo Sutradara film terbaik 2014 Tabula Rasa hadir di acara workshop membagikan ilmunya kepada sineas muda bagaimana cara membuat film berdurasi pendek saat di Surabaya Sabtu (28/7/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: –
Adi Husada Cancer Center (AHCC) pusat penanganan kanker terpadu di Surabaya tergelitik untuk mengangkat penyakit kanker dan segala problematikanya ke dalam sebuah film pendek melalui ajang kompetisi X-tra Short Film Competition 2018.

Selama ini yang terjadi di masyarakat, kanker masih menjadi momok yang paling ditakuti, bahkan beberapa orang yang didiagnosis terkena kanker merasa hidupnya sudah berakhir.

Sebelum dimulai, terlebih dahulu peserta diajak untuk mengikuti Workshop Film
dengan tema Join The Fight Against Cancer, mendatangkan Adriyanto Dewo, di Hotel JW Marriott, Surabaya, Sabtu (28/7).

Luluk Widyasari, Marketing Manager AHCC mengatakan ajang kompetisi pembuatan film pendek ini untuk mengajak arek-arek Suroboyo dan para sineas muda sekaligus tantangan bagi mereka untuk membuat film pendek berdurasi 3 – 5 menit yang mengisahkan tentang perjuangan, serta suka duka pasien melawan kanker.

“Kanker tak sama dengan penyakit lainnya. Kebanyakan orang bersikap menolak ketika dia didiagnosa kanker. Padahal kanker tidak semengerikan itu. Makanya melalui film-film pendek ini kami ingin para sineas muda ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” jelas Luluk.

Sesuai temanya, lomba film ini diharapkan mampu menunjukkan bagaimana kepedulian kita tentang penyakit kanker, dukungan keluarga, sahabat dan semangat penderitanya.

Sementara itu, workshop yang menghadirkan Adriyanto Wicaksono Dewo, yang juga sutradara film ‘Tabula Rasa’ mengatakan film merupakan sarana untuk kampanye kanker yang efektif.

“Film merupakan sarana yang paling efektif, karena film sendiri memiliki elemen yang lengkap yang mampu memberikan impact langsung kepada penontonnya,” ujarnya

Kampanye kanker ini dimaknai sebagai upaya membaca penyakit kanker secara menyeluruh, bukan hanya tentang bagaimana penyakitnya, penderitanya, tapi juga kehidupan dan sudut pandang yang lain.

Adriyanto menambah bahwa dirinya sekaligus ingin melihat geliat sineas di wilayah lain selain Jakarta dan Yogyakarta.Pada kesempatan tersebut, selanjutnya Andriyanto memberikan berbagai tips soal perfilman, dan yang terpenting dari Film adalah naskahnya.

“Film yang baik dimulai dari script yang baik,” kata Adriyanto.

Untuk bisa menjadi peserta diminta mengumpulkan karyanya pada 20 Agustus 2018 dan pendaftarannya bisa langsung ke Instagram @adihusadacancercenter. Para pemenang film pendek akan mendapatkan hadiah uang tunai serta piagam penghargaan pemenang. Sementara ini kebanyakan peserta yang sudah mendaftar adalah teman-teman di bangku sekolah SMP, SMA, dan kuliah. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *