Semen Indonesia Klaim Mampu Kuasai 25,6 Persen Pasar di Kalimantan Selatan

oleh

 

Penanggungjawab Sementara
(PGS)Kadep Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Sigit Wahono dalam kunjungannya ke salah satu gudang milik distributor di Banjarmasin Rabu (12/12/2018)

 

BANJARMASIN, kilasjatim.com:- PT Semen Indonesia optimis bisa menguasai 25,6 persen pasar semen di Kalimantan Selatan. Dengan produksi Semen Gresik dan Semen Tonasa
yang packing Plant yang dikerjakan di Banjarmasin, akan mampu bersaing dengan kompetitor semen lainnya.

Penanggungjawab Sementara
(PGS)Kadep Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Sigit Wahono mengatakan, saat ini Semen Gresik masih menguasai pasar di Kalimantan Selatan. Kendati harga produk per saknya lebih mahal dibandingkan Semen Tonasa.

“Pangsa pasar terbesar pada proyek infrastruktur pemerintah yang aktif dengan pembangunan bandara, jalan. Sedangkan untuk proyek swasta kebanyakan untuk pembangunan mal. Sedangkan sisanya untuk pasar ritel,” ujar Sigit disela kunjungannya ke salah satu distributor di Banjarmasin Rabu (12/12/2018).

Tingginya permintaan atas Semen Gresik dan Semen Tonasa karena masyarakat sangat fanatik dengan kualitas produk dari Semen Indonesia.

Dipaparkan Sigit, perkembangan konsumsi produk Semen Indonesia mulai 2017 hingga Oktober 2018 secara nasional tumbuh 6,5%. Di Kalimantan mulai 2017 hingga November 2018 secara regional tingkat konsumsi naik 4%, sedangkan khusus di Kalimantan Selatan tingkat konsumsi mengalami kenaikan 16%.  Peningkatan yang cukup signifikan di Banjarmasin ini memunculkan wacana untuk meningkatkan kapasitas produksi packing plant di Banjarmasin hingga 50% dari kapasitas saat ini yang mencapai 1.200 ton per hari.

Hal ini diperkuat dengan yang disampaikan Kepala Biro Packing Plant Banjarmasin Silvester, dalam beberapa tahun terakhir permintaan pasar semen di Kalimantan.mengalami pertumbuhan rata-rata 4%-5% per tahun. Saat ini packing plant Banjarmasin belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

“Saat ini, kapasitas packing plant kami sekitar 1.200 ton per hari dengan kemasan semen 40 kg.dan 50 kg, tahun depan rencananya akan ditambah kapasitasnya mengikuti permintaan pasar,” jelas Silvester.

Selama ini packing plant di Banjarmasin mengemas Semen Gresik dan Semen Tonasa yang bahan baku curahnya didatangkan dari Padang, Tuban, Gresik.

Dalam sebulan, pihaknya dapat memasarkan sekitar 60.000 ton semen. Sedangkan pangsa pasar Semen Indonesia di Kalimatan Selatan yang mencapai 25,6%., sekitar 13% itu pasarnya Semen Gresik dan sisanya Semen Tonasa.

“Kontribusi penjualan dari dua merek tersebut sama. Masyarakat disini memang fanatik terhadap brand, saat ini kami berusaha mengedukasi masyarakatnya bahwa produksi Semen Indonesia sudah jadi holding dengan kualitas yang sama,” jelas Silvester. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *