Semarak, Puluhan Pengusaha Kopi Ramaikan Kampung Kopi  

oleh
Potongan tumpeng tersebut diberikan kepada Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi dan Camat Kraksaan Muhamad Ridwan didampingi para anggota Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo.

KILASJATIM.COM, Probolinggo  – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kraksaan ke-10 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 suami Bupati Probolinggo, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo menggelar Kampung Kopi di Alun-alun Kota Kraksaan, 24-25 Januari 2020.

Selama dua hari, kegiatan Kampung Kopi ini dimeriahkan dengan pasar kopi Kabupaten Probolinggo, workshop kopi, doorprize dan live musik. Kampung Kopi ini diikuti oleh puluhan pengusaha kopi yang merupakan pemilik kedai kopi dan café kopi yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan ini mereka dinilai berdasarkan tiga kategori meliputi Robusta, Arabica dan Liberica. Setelah dilakukan penilaian secara mendalam untuk kategori Robusta diraih oleh Mantap Jiwa Paiton, Arabica diraih oleh Decafu Kraksaan dan Liberica diraih oleh KPK Kraksaan.

Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan Kampung Kopi inipun berakhir, Sabtu (25/1/2020) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi bersama segenap jajaran Disperindag Kabupaten Probolinggo, Camat Kraksaan, Muhamad Ridwan dan Ketua Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo, H. Zulmi Noor Hasani.

BACA JUGA: Pemkab Probolinggo Gelar Seminar Pencegahan Konflik Pilkades

Camat Kraksaan, Muhamad Ridwan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo yang telah menggelar Kampung Kopi dengan semarak di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan Kampung Kopi ini kami harapkan menjadi sebuah ikon baru yang menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya yang ada di Kota Kraksaan. Kami mengharapkan kepada masyarakat yang menikmati karya Alun-alun Kota Kraksaan yang sudah direnovasi untuk bersama-sama ikut merawat dan menjaga dengan baik. Semoga Kota Kraksaan ke depan bisa semakin maju,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo yang telah menggagas kegiatan Kampung Kopi.

“Kami melihat Kampung Kopi ini digelar dalam rangka menghidupkan pengusaha kopi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Sehingga kopi akan menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri,” katanya.

BACA JUGA: Hari Gizi Nasional 2020, DPC Persagi Probolinggo Gelar Bakti Sosial  

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo ini menerangkan bahwa selama ini kopi Kabupaten Probolinggo sudah terkenal dimana-mana. Sudah banyak pengusaha-pengusaha luar daerah yang membeli kopi di Kabupaten Probolinggo dan menjual produknya di daerahnya masing-masing.

“Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo menggelar Kampung Kopi agar nantinya kopi Kabupaten Probolinggo semakin dikenal di tingkat regional, nasional hingga luar negeri. Sebab selama ini kopi Kabupaten Probolinggo sudah dikenal dengan cita rasanya,” jelasnya.

Menurut Joko, kalau melihat perkembangan di Kota Kraksaan sudah banyak yang menjual kopi bukan digunting tetapi digiling. Asosasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo mencoba untuk membudayakan hal tersebut sehingga nantinya bisa menikmati cita rasa kopi yang sesungguhnya baik masyarakat Kota Kraksaan maupun yang kebetulan lewat di Kota Kraksaan.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengusaha kopi di Kabupaten Probolinggo. Kami mengharapkan kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin untuk menghidupkan pengusaha kopi di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

BACA JUGA: Membangun Karakter Kebangsaan Siswa, Bakesbangpol Probolinggo Gelar Go To School

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo, Zulmi Noor Hasani menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan Kampung Kopi. Ke depan akan dilanjutkan setiap bulan di beberapa daerah di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan Kampung Kopi ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Konsep hari ini nantinya menjadi konsep setiap bulan karena ingin memasyarakatkan kopi secara luas dengan tujuan kopi menjadi identitas asli Kabupaten Probolinggo. Sebab selama ini banyak kopi dari Kabupaten Probolinggo dibawa ke luar daerah untuk diberi branding sendiri,” ujarnya.

Zulmi menegaskan bahwa Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo akan terus mengawal perkembangan dari hulu sampai hilir hingga pengusaha kopi dengan tujuan sebagai pemberdayaan masyarakat melalui usaha kopi itu sendiri.

“Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo menginginkan petani bukan lagi menggunting kopi tetapi menggiling kopi. Oleh karena itu kita harus kembali ke masa lalu. Dari kegiatan ini kami ingin petani bisa menggiling kembali untuk memajukan daerah penghasil kopi Kabupaten Probolinggo yang sudah menjadi prioritas nasional,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Dalam kesempatan tersebut juga ada pemotongan tumpeng oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo H. Zulmi Noor Hasani. Selanjutnya potongan tumpeng tersebut diberikan kepada Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi dan Camat Kraksaan Muhamad Ridwan didampingi para anggota Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo. (hms/kj27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *