Selama 2019, BNNP Jatim Tuntaskan 60 Kasus Narkoba  

oleh
Kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha memberikan paparannya.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Selama 2019, BNNP Provinsi Jawa Timur berhasil menangani 60 kasus pengungkapan kasus narkoba yang sudah berstatus P21 dari target 25 kasus. Sementara itu dari pengungkapan kasus tersebut sebanyak 141 tersangka ditangkap dengan barang bukti 3.988,68 gram, sabu seberat 62.203.94 gram, dan ekstasi sebanyak 1.181 butir.

Sementara itu pada Januari sampai November 2018 BNNP Jatim mencatat pengungkapan kasus narkotika sebanyak 16 kasus dan 38 orang tersangka. Kasus tersebut menghasilkan barang bukti berupa ganja seberat 39380,00 gram, sabu seberat 24987,42 gram, ekstasi sebanyak 13 Butir. Selain itu, terdapat sitaan aset berupa handphone sebanyak 43 unit, 10 unit motor, 5 unit mobil dan uang tunai senilai Rp 65.240.000.

Kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha mengatakan kalau pengungkapan kasus narkotika di Jatim meningkat signifikan. “Kasus pengungkapan signifikan tahun ini peningkatan 400 persen” jelasnya.

BACA JUGA: Kepala BNNP Jatim: Tren Ungkap Kasus Narkoba di Jatim Meningkat  

Menurut Bambang kasus pengungkapan narkotika yang menonjol adalah pengungkapan di Banyu Wates yang berhasil menyita 25 kg sabu-sabu dari 2 lokasi penggerebekan. “Pemesanan narkotika dari kasus yang berhasil diungkap kebanyakan dari Madura,” ungkapnya.

Bambang juga menjelaskan, peredaran narkoba sudah dilakukan lewat darat, laut dan udara. “Biasanya mereka ini menyelundupkan lewat kereta api, bis, kapal laut dan pesawat,” terangnya.

Bambang juga menyinggung soal peredaran narkoba yang dikendalikan oleh penghuni Lapas. Menurutnya perlu aturan tegas melarang penggunaan handphone di dalam Lapas. “Yang kita tangkap ada jaringan Aceh, Jakarta, Medan tapi mereka ini dikendalikan oleh napi di dalam Lapas” jelasnya. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *