Selain Diolah Menjadi Fiber dan Oil, Limbah Popok Juga Bisa Dibuat Batako

oleh
Istri Wali Kota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty, bersama dengan Susilowati, VP Marketing Kao Indonesia. (Ist)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Selain diolah menjadi fiber dan oil, limbah popok juga bisa dibuat berupa batako hingga pot tanaman. Seperti yang dilakukan salah satu merek popok, Merries, yang menggerakkan ibu-ibu PKK di Jakarta Barat untuk mengedukasi masyarakat.

Limbah popok bayi kini masih jadi persoalan di masyarakat. Padahal popok kini seolah sudah jadi kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki anak dan dipakai setiap hari. Alhasil sampah bertambah setiap hari.

Edukasi dijalankan agar para ibu-ibu mau membuang sampah ke tempat sampah dan tidak dibuang ke bantaran sungai. Para ibu PKK di 28 posyandu akan diberikan fasilitas seperti tempat sampah hingga dana operasional Rp 500 ribu saat menjalankan program.

Sistemnya, para ibu yang berhasil mengumpulkan sampah popok di tempat sampah, lalu dikumpulkan di satu lokasi dekat posyandu, yang nantinya akan diambil pihak penyelanggara Merries untuk diolah oleh perusahaan teknologi pengelola limbah, Go Limbah.

BACA JUGA: Aliansi Air dan PT. MBI Gelar River to River Journey 88 Km Tahun 2019

Tidak hanya sekadar dikumpulkan, sampah popok ini akan dihargai Rp 2500 per kilo, yang nantinya uang akan diberikan untuk kebutuhan dan kemajuan posyandu. Namun, pengelolaanya dibebaskan ibu-ibu PKK di posyandu tersebut.

“Sebagai tindak nyata utama, Merries mengumpulkan popok bayi bekas pakai di beberapa wilayah di Jakarta barat untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Popok bagi bekas pakai tersebut nantinya akan menjadi fiber dan oil,” ungkap Susilowati, VP Marketing Kao Indonesia di Kantor Wali Kota Jakarta Barat seperti dilansir Suara.com, Jumat (15/11/2019).

Di satu sisi dengan program ini, permasalahan lingkungan dan sosial ini bisa teratasi. Hingga akhirnya program ini mendapat dukungan pemerintah kota Jakarta Selatan.

“Secara ideal program inisiatif sosial yang berhubungan dengan isu kesehatan dan kebersihan lingkungan, haruslah dari hulu ke hilir, mulai dari penyuluhan edukasi terpadu dan berkesinambungan kepada para ibu hingga ke teknologi untuk menanggulangi sampah tersebut,” ujar Istri Wali Kota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty. (*/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *