Selain Banyuwangi, Kini Listrik untuk Sang Naga Merambah Mojokerto

oleh

KILASJATIM. COM, Mojokerto – Dukung penguatan ekonomi melalui program electrifying agriculture, PLN gencarkan penggunaan listrik untuk peningkatan produksi pertanian buah naga di Mojokerto. Setelah elektirifikasi buah naga di Banyuwangi, kini PLN mulai merambah wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

Salah satu petani buah naga di Pacet, Agus Mulyohadi menceritakan produktivitas kebun buah naga mengalami peningkatan setelah menggunakan listrik.

“Saya menanam buah naga pada tahun 2016 dan panen setahun sekali, saat musim panen harga anjlok. Setelah berjalan-jalan ke Banyuwangi, saya melihat ada buah naga yang menggunakan listrik, terinspirasi dari hal tersebut mulai tahun 2017 kami menggunakan listrik PLN dan banyak sekali manfaat yang didapat. Kami bisa meningkatkan produksi, bahkan seminggu sekali bisa panen, keuntungan yang didapat mengalami peningkatan signifikan sekitar 2-3x lipat dari sebelum menggunakan lampu,” tuturnya.

Agus menambahkan, pada kebun seluas 4,5 Hektar tersebut ia semula panen 20 ton/ha dalam 1 tahun untuk harga jual yang rendah berkisar antara Rp.3000,- hingga Rp.5000,- sementara setelah menggunakan listrik ia mampu memproduksi 60 ton/ha dalam setahun untuk harga kisaran Rp.10.000 hingga Rp.25.000,- karena di luar musim.

Manager PLN UP3 Mojokerto, Puguh Prijandoko memaparkan, di wilayah Mojokerto terdapat beberapa jenis electrifying agriculture yakni lampu untuk tanaman bawang dan hidroponik, pompa untuk irigasi persawahan dan tambak udang, hingga lampu untuk kebun buah naga.

” Terdapat 690 pelanggan Electrifying Agriculture dengan total daya 1.917.000 KVA. Tim PLN menyambut positif dan menawarkan berbagai program kemudahan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Mojokerto. Saat ini kami pun memiliki potensi 480 pelanggan sektor pertanian yang terdiri dari sumur sawah, bawang, hidroponik, kebun naga dan kandang ayam dengan total daya 2,14 MVA,” tambahnya.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat Agus tak ragu mengajak petani buah naga lainnya untuk segera beralih menggunakan listrik PLN.
“Lampu UV yang berwarna kuning 12 watt ada 7000 titik, selain untuk mengusir hama juga membantu proses fotosintesis di malam hari. Saya mengajak petani buah naga lain untuk beralih menggunakan listrik, sedikit investasi di awal namun berlipat-lipat keuntungan di akhir,” papar Puguh. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *