Sebanyak 16 Kabupaten/Kota di Jatim Jadi Prioritas Penanganan Stunting

oleh
Pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola Pro PN dan Pemantapan Program Pembangunan Keluarga Provinsi Jawa Timur 2019, Rabu (19/2) malam.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 16 kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi wilayah prioritas penanganan stunting. Penanganan itu dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jatim melalui kegiatan sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Selain itu juga berperan dalam pengasuhan/parenting pada kelompok BKB, seperti sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) keluarga Bayi Usia Dua Tahun (Baduta).

Ini dikatakan Kepala BKKBN Jatim Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd, saat membuka kegiatan Peningkatan kapasitas Bagi pengelola Pro PN dan Pemantapan Program Pembangunan Keluarga Provinsi Jawa Timur 2019, Rabu (19/2) malam.

Tahun 2019 lalu, kata Sukaryo, terdapat 12 Kabupaten/Kota (120 Desa/Kelurahan) di Jatim menjadi sasaran proyek penanganan stunting, dan tetap dilanjutkan pada tahun 2020 dengan ditambah 4 Kabupaten/Kota.

BACA JUGA: Tekan Angka Stunting, Pemkab Lumajang Bakal Gencarkan Program Gempar

Ia menjelaskan, di Jatim tahun 2019 ditargetkan 315.181 keluarga baduta terpapar 1000 HPK, utamanya di Kabupaten wilayah prioritas penggarapan stunting. Namun pencapaian target perlu dievaluasi dan dilihat perkembangannya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program dan menjadi dasar pengambilan langkah berikutnya.

“Pada tahun 2020 target keluarga baduta yang mendapatkan promosi dan KIE 1000 HPK menjadi 460.671 keluarga baduta,” terangnya.

Dikatakannya, perencanaan kegiatan tahun 2020 di wilayah penggarapan stunting perlu dilakukan dengan baik agar terjadi sinkronisasi dengan perencanaan daerah. “Saat ini stunting telah menjadi issue nasional dan menjadi pusat perhatian kita semua,” tuturnya.

Peran masing-masing sektor juga diharapkan dapat optimal dan saling bersinergi untuk mencegah maupun menanggulangi masalah anak stunting. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *