Seafood Show of Asia 2019 Janjikan Potensi Pasar Besar

oleh
Booth DSFI di Seafood Show of Asia 2019 .

KILASJATIM.COM, Jakarta -Pameran internasional kedua untuk produk perikanan dan seafood, Seafood Show of Asia 2019 tak hanya memamerkan berbagai produk olahan perikanan dari Indonesia dan berbagai negara lainnya, tetapi juga menampilkan berbagai peralatan pendinginan, kemasan, serta peralatan penunjang lain yang dibutuhkan industri pengolahan ikan.

Dikutip dari laman resmi Seafood Show Asia, salah satu perusahaan pengolahan ikan yang turut andil dalam Seafood Show of Asia 2019 adalah PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI).

Perusahaan yang telah memiliki track record panjang (sejak tahun 2003) ini, selama ini lebih berfokus pada pasar ekspor untuk produk-produk ikan dan seafood-nya.

“Mayoritas kita ekspor, 95 persen. Market utama kita Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia. Ada juga Hong Kong untuk yang di Asia,” kata President DSFI, Ewijaya, ketika ditemui di booth DSFI seperti dilansir Suara.com, Kamis 14 November 2019.

BACA JUGA: KPP Pratama bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Gelar BDS

Tujuan DSFI turut berpartisipasi pada Seafood Show of Asia 2019 yang bersamaan dengan SIAL Interfood 2019, sambung dia, sebagai salah satu upaya untuk memperluas jaringan customer untuk pangsa pasar ekspornya. Juga sekaligus untuk menjelajahi potensi pangsa pasar domestik yang hingga saat ini masih belum sepenuhnya dieskplorasi oleh DSFI.

“Saat ini, kami punya pabrik terbesar di Jakarta Utara, kemudian ada juga di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sentra-sentra pembelian ikan ada di seluruh Indonesia, seperti Jawa Tengah, Ambon, Ternate, Sulawesi Utara. Di sana kami juga membangun miniplan, pabrik-pabrik kecil. Karena bisnis seafood itu yang paling penting rantai dinginnya. Jadi ikan ditangkap dan diproses, semua suhu harus dijaga di minus 18 derajat, itu yang harus kita perhatikan. Kita punya miniplan supaya kita bisa simpan, kita punya cold storage, punya pengolahan juga,” kata lelaki yang akrab disapa Ewi ini.

Meski 95% penjualan perusahaan selama ini didominasi oleh penjualan ekspor, namun ia menyadari potensi pangsa pasar domestik sangat besar. “Dengan penduduk 200 jutaan, sayang kalau kita tidak penetrasi ke domestik market,” kata Ewi.

BACA JUGA: Manfaatkan Teknologi dan Permodalan Cepat, DKP Optimis Usaha Kelautan dan Perikanan Naik

Pada pameran ini, selain memamerkan produk-produk ekspornya, DSFI juga memperkenalkan produk value-added atau produk olahan berupa baso ikan, otak-otak, nugget ikan, dan kaki naga sebagai produk utamanya untuk memasuki pasar domestik dengan merek Magenta dan Daruma.

Keunggulan dari produk olahan DSFI adalah bahan baku yang terbuat dari ikan asli. Dan Anda bisa menemukan produk-produk olahan seafood tersebut selama pameran berlangsung, 13-16 November 2019 di Hall C2 Ji Expo Kemayoran Jakarta. (*/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *